Show simple item record

dc.contributor.advisorAziz, Sandra Arifin
dc.contributor.authorPrayitno, Tri
dc.date.accessioned2023-10-25T00:59:54Z
dc.date.available2023-10-25T00:59:54Z
dc.date.issued2007
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128132
dc.description.abstractTujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemanenan daun terhadap pertumbuhan beberapa varietas jambu biji dan mengamati kandungan bioaktif daun jambu biji. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Biofarmaka, Daraga, Bogor dari bulan Agustus sampai Maret tahun 2007. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terpisah dalam waktu (Repeated Measurement) dengan tiga ulangan. Petak utama adalah varietas jambu biji yang terdiri dari sembilan taraf yaitu Jambu Biji Putih asal Boyolali (Boyolali Puth), Jambu biji Putih asal Wikasari (Wikasari Putih), Jambu Biji Putih asal Karanganyar (Karanganyar Putih), Jambu Biji Merah asal Solo (Solo Merah), Jambu Biji Putih asal Imogiri (Imogiri Putih), Jambu Biji Merah asal Pejimatan (Pejimatan Merah), Jambu Biji Merah asal Imogiri (Imogiri Merah), Jambu Biji Merah asal Boyolali (Boyolali Merah), Jambu Biji Putih asal Solo (Solo Putih). Anak petak adalah beberapa frekuensi panen daun yaitu: 1 bulan sekali, 2 bulan sekali dan 3 bulan sekali. Panen pertama menunjukkan bahwa frekuensi panen nyata mempengaruhi bobot basah dan kering daun maupun ranting. Bobot kering daun nyata tertinggi adalah panen 2 bulan sekali (374.7 g/tanaman) tapi tidak berbeda nyata dengan panen 1 bulan sekali (344.4 g/tanaman). Panen kedua menunjukkan bahwa frekuensi panen nyata mempengaruhi bobot basah dan kering daun maupun ranting. Bobot kering daun nyata tertinggi adalah panen 2 bulan sekali (374,8 g/tanaman) tapi tidak berbeda nyata dengan panen 1 bulan sekali (298.5 g/tanaman). Panen total menunjukkan bahwa Varietas berpengaruh nyata terhadap bobot basah daun, bobot basah dan kering ranting total. Bobot basah daun nyata lebih tinggi diperoleh pada varietas Karanganyar putih dengan bobot sebesar (1491.4 g/tanaman) tapi tidak berbeda nyata dengan Imogiri merah (1380.2 g/tanaman). Wikasari putih (1373.6 g/tanaman), Pejimatan merah (1321.3 g/tanaman), Solo merah (1320.7 g/tanaman), Imogiri putih (1281.3 g/tanaman), dan Boyolali merah (1207.9 g/tanaman). Bobot kering daun nyata tertinggi diperoleh pada perlakuan panen 2 bulan (462.7 g/tanaman) yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan panen 1 bulan (407.1 g/tanaman). Hasil uji kualitatif dari 9 varietas jambu biji memperlihatkan 4 kelompok varietas yang memiliki kandungan bahan bioaktif yang sama. Kelompok 1 yaitu Solo putih, Solo merah, dan Boyolali putih. Kelompok 2 yaitu Imogiri merah, Karanganyar putih, Wikasari putih, dan Imogiri putih. Kelompok 3 yaitu Boyolali merah Kelompok 4 yaitu Pejimatan merah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcBotani jambu bijiid
dc.subject.ddcMorfologi jambu bijiid
dc.subject.ddcSyarat tumbuhid
dc.subject.ddcPemanenan daunid
dc.subject.ddcUji kandungan bioaktif daun jambu bijiid
dc.titlePengaruh frekuensi panen daun terhadap pertumbuhan dan kandungan bahan bioaktif 9 varietas jambu biji(Psidium guajava L.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record