| dc.description.abstract | Parameter genetik untuk jumlah polong total, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, jumlah biji, berat 100 biji (gram), berat polong per petak (gram), dan berat biji (hasil) per petak (gram) diduga dari suatu percobaan yang ditanam di Cikeumeuh, Sukamandi, dan Kuningan dalam musim tanam bulan Juni sampai September dan November sampai Februari tahun 1984 sampai 1985. Digunakan rancangan petak terbagi, tiga lingkungan tumbuh (kacang tanah ditanam secara monokultur, tumpangsari kacang tanah dengan jagung yang ditanam 7 hari dan 15 hari setelah tanam kacang tanah) sebagai petak utama, 40 genotipe kacang tanah sebagai anak petak, dan diulang tiga kali. Tiga lingkungan tumbuh digunakan di dalam penelitian ini untuk memperbesar keragaman lingkungan, dan ini dilakukan mengingat petani di Indonesia seringkali menanam kacang tanah baik secara monokultur maupun tumpangsari. Lingkungan tumbuh ini dipandang sebagai faktor tetap yang tersarang di dalam tempat, genotipe kacang tanah sebagai contoh acak dari popu-lasi kacang tanah bertipe tegak, musim tanam dan tempat sebagai faktor acak, dan interaksi genotipe dengan lingkungan tumbuh (polatanam), musim, dan tempat bersifat acak; dan komponen ragam dapat diduga dari kombinasi linier dari setiap sumber keragaman dari suatu analisis tergabung model campuran. Ragam fenotipik dan ragam genotipik digunakan untuk menduga heritabilitas (arti luas), respon seleksi harapan, koefisien keragaman genetik, dan nilai tengah galur terseleksi. Korelasi genetik hasil di dua lingkungan digunakan untuk menduga respon terkorelasi hasil, korelasi fenotipiknya untuk mengetahui kemiripan kedua lingkungan tersebut. Sedangkan korelasi hasil rata-rata di suatu lingkungan dengan hasil rata-rata di semua lingkungan dipadu dengan nilai heritabilitas hasil di lingkungan yang bersangkutan digunakan untuk menilai produktivitas lingkungan yang bersangkutan. Komponen ragam interaksi genotipe x tempat, interaksi genotipe x musim, interaksi genotipe x musim x tempat, interaksi genotipe x polatanam, interaksi genotipe x musim x polatanam, dan galat untuk hasil digunakan untuk mencari kombinasi jumlah ulangan, musim, dan tempat yang optimum pada percobaan mendatang; dan untuk mengetahui pengaruh polatanam terhadap ragam galat suatu rata-rata genotipe dan galat baku suatu rata-rata genotipe untuk hasil. … | en |