| dc.description.abstract | Subsektor peternakan merupakan bagian dari sektor pertanian yang
memiliki peran penting dalam penyediaan produk pangan yang bernilai gizi
tinggi. Salah satu produk peternakan yang memiliki kontribusi tinggi dalam
ketersediaan pangan dan gizi masyarakat Indonesia adalah daging ayam ras
pedaging. Produksi daging ayam ras pedaging menunjukkan perkembangan yang
sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pesatnya perkembangan produksi
daging ayam ras pedaging saat ini melebihi perkembangan konsumsi masyarakat
Indonesia yang masih tergolong rendah. Ketidakseimbangan ini menyebabkan
terjadinya penawaran yang berlebih di pasar dalam negeri, sementara hingga saat
ini Indonesia masih merupakan net importir komoditas daging ayam ras pedaging.
Impor daging ayam yang tidak tepat waktu mengakibatkan penawaran daging
ayam ras pedaging di pasar domestik semakin berlebih. Tujuan penelitian ini
adalah untuk: (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan,
penawaran, dan harga daging ayam ras pedaging di Indonesia, (2) menganalisis
dampak kebijakan pemerintah dan faktor internal terhadap permintaan,
penawaran, dan harga daging ayam ras pedaging, dan (3) melakukan proyeksi
produksi dan permintaan rumahtangga daging ayam ras pedaging pada tahun 2014
- 2023. Penelitian menggunakan data time series tahun 1991-2013 terkait dengan
penawaran, permintaan, dan harga daging ayam ras pedaging nasional. Model
ekonomi dibangun sebagai suatu persamaan simultan dan diestimasi dengan
metode Two Stage Least Squares (2SLS). Spesifikasi model Permintaan dan
Penawaran Daging Ayam Ras Pedaging Indonesia terdiri dari 12 persamaan (8
persamaan struktural dan 4 persamaan identitas). Kebijakan pengurangan produksi
DOC lebih efektif untuk menurunkan penawaran daging ayam ras pedaging yang
berlebih, sementara penetapan harga DOC sebesar 5000 rupiah lebih efektif untuk
meningkatkan permintaan daging ayam ras pedaging dan menstabilkan harga
daging ayam ras pedaging di tingkat produsen. | id |