| dc.description.abstract | Penggunaan pupuk yang tersalut dengan polimer bertujuan mengendalikan
laju pelepasan hara agar dapat mengurangi kehilangan pupuk sekaligus
meminimumkan pencemaran lingkungan. Pada penelitian ini, pupuk NPK disalut
menggunakan polimer akrilamida sebagai penyalut lapis pertama. Polimer
akrilamida dibuat dengan penaut-silang N,N'-metilena-bis-akrilamida 8.30%,
inisiator benzoil peroksida 0.004%, dan kloroform sebagai pelarut. Sebagai
penyalut lapis kedua digunakan parafin dengan kadar 5, 10, dan 15%. Pupuk NPK
yang disalut dengan poliakrilamida dan parafin 15% memiliki sifat pelepasan hara
(urea dan kalium) lebih lambat dibandingkan dengan kontrol (tanpa penyalutan)
maupun dengan penyalutan poliakrilamida-parafin 5% dan 10%. Uji statik dalam
medium air selalu menunjukkan laju pelepasan lebih cepat dibandingkan dengan
uji dinamik dalam medium tanah. Meskipun semua pupuk NPK tersalut yang
dipelajari menunjukkan pola pelepasan hara yang lebih lambat daripada pupuk
tanpa penyalut, belum satu pun dari ketiga variasi konsentrasi parafin dapat
dikategorikan sebagai pupuk slow release. | id |