Analisis Saham Sub Sektor Peternakan dan Pakan Ternak di PT Bursa Efek Jakarta (Periode .ianuari 2003 - Descmbcr 2003)
View/ Open
Date
2005Author
Zumaili, Sartika
Ismail, Ahyar
Alamsyah, Zulfiyan
Metadata
Show full item recordAbstract
Investasi merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kemajuan
suatu perusahaan. Investasi sendiri bertujuan untuk menghasilkan keuntungan atau
memperoleh tambahan atas uang atau dana yang ditanamkan. Investasi dapat
dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pembelian saham/obligasi,
suatu investasi yang kini banyak diminati.
Perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat di PT Bursa Efek Jakarta
(BEJ) selama tahun 2003 ada sebanyak 441 perusahaan, 2 diantaranya merupakan
saham sub sektor petemakan dan 6 diantaranya perusahaan yang bergerak
dibidang sub sektor pakan temak. Kedelapan perusahaan tersebut adalah PT
Cipendawa Agroindustri Tbk (CPD\V) dan PT Multibreeder Adirama Indonesia
Tok. (MBAI) yang bergerak di sub sek.1:or petemakan, PT Central Proteinprima
Tok. (CPPR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.' (CPIN), PT Fishindo
Kususma Sejahtera Tok. (FISH), PT JAPF A 1bk. (JPF A), PT Sierad Produce
Tbk. (SlPD) dan PT Surya Hidup Satwa Tbk (SHSA) yang bergerak di sub sektor
pakan temak.
Analisis ini bertujuan untuk menentukan saham-saham unggulan dari sub
sektor peternakan dan sub sektor pakan temak berdasarkan tingkat pengembalian
dan tingkat resiko masing-masing saham tersebut serta menentukan kelayakan
investasinya dengan membandingkkan dengan tingkat suku bunga Bank
Indonesia.
Tidak semua saham-saham petemakan dan saham-saham pakan ternak
tersebut memberikan tingkat pengembalian (return), hanya 5 saham yang
memberikan retum positif sedangkan 3 saham lainnya memberikan retum negatif
Retum tertinggi diperoleh dari saham Sierad Produce (SIPD). Return terendah
diperoleh dari saham Cipendawa Agriondustri (CPDW)
Dari 8 saham-saham perusahaan peternakan yang tercatat di BEJ , 6 saham
yang memiliki sensitivitas yang baik terhadap pasar atau memiliki beta yang
positif. Saham-saham tersebut adalah Sierad Produce (SIPD). Multibreeder
Adirama (MBAI), JAPF A (JPFA), Fishindo Kusuma Sejahtera (FISH) Central
Proteinprima (CPPR) dan Charoend Pokphand Indonesia (CPIN). Dari ke 6
saham-saham yang memiliki beta positif, hanya satu yang memberikan return
yang lebih kecil dari return yang ditawarkan oleh suku bunga Bank Indonesia
yaitu saham CPPR yang memberikan return 0.01 persen, sehingga tidak layak
untuk diinvestasikan. Satu saham memberikan return yang bemilai negatif yaitu
saham CPIN, artinya investor akan mengalami kerugian jika menanamkan
dananya pada saham tersebut Sedangkan 4 saham lainnya layak untuk investasi,
yaitu saham SIPD, MBAI, JPFA dan FISH, karena return yang ditawarkan
bernilai positif, lebih besar dari return yang ditawarkan oleh suku bunga Bank
Indonesia dan mempunyai beta (l3) yang bemilai positif.
Perusahaan-perusahaan peternakan yang memiliki beta negatif pcrlu
mengkaji kembali kinerja keuangannya, seperti hutang perusahaan, karena
semakin besar hutang perusahaan maka risiko investor juga akan scmakin besar.
Deviden payout ratio dengan beta berhubungan berlawanan, artinya semakin besar
deviden yang dibayarkan maka indeks beta akan semakin kecil. Olch karena itu
jika perusahaan ingin menekan indeks beta salah satu caranya adalah dengan
membayarkan deviden secara berkala kepada para pemegang saham
Penelitian ini hanya memprediksi tingkat pengembalian, risiko dan
sensitivitas saham terhadap pasar, perlu penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan
saham unggulan melalui analisis-analisis yang lain seperti analisis fundamental
yaitu analisis yang mengidentifikasi fakator-faktor fundamental (seperti penjualan,
biaya, kebijakan deviden, dan sebagainya) dan analisis teknikal yaitu analisis
harga saham dan volume perdagangan diwak.iu yang laludengan menggunakan
grafik atau indikator teknis yang lain seperti mcving average, new highs and lows,
volume perdagangan, dan short-interest ratio. Analisis ini merupakan analisis
jangka pendek, hanya mcnggambarkan keadaan perusahaan-pernsahaan
petemakan dan pakan temak serta kondisi pasar di tahun 2003, untuk itu
disarankan menggunakan data yang lebih lengkap.
