Show simple item record

dc.contributor.advisorSudradjat
dc.contributor.authorKamaruddin, Faisal
dc.date.accessioned2023-10-20T01:12:43Z
dc.date.available2023-10-20T01:12:43Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127292
dc.description.abstractKegiatan magang dilakukan untuk memberikan pengetahuan praktis tentang pengelolaan di lapangan dan pengalaman manajerial pada berbagai level pekerjaan. Secara khusus Jegiatan magang ini bertujuan untuk mempelajari · menganalisa pengolahan pemanenan kelapa sawit dengan harapan dapat meningkatkan efektivitas efesiensi kegiatan pemanenan tersebut.. kegiatan magang ini dilaksanakan mulai tanggal 8 februari sampai 2 Juni 2004 di kebun PBSN PT. Agrowiyana Jambi. Metode yang dilaksanakan pada kegiatan magang adalah melakukan praktek kerja langsung di kebun, pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari asip, informasi dari kantor dan studi literatur. Data-data yang terkumpul dianalisa secara perbandingan dengan norma-norma baku khususnya pada aspek pemanenan. pengelolaan pemanenan di kebun PBSN PT. Agrowiyana masih belum berjalan denga baik, HaLini didasarkan masih terjadinya kehilangan produksi yang disebabkan kurangnya pengaawasan dan Tindakan tegas oleh mandor panen bagi pemanen yang dilakukan kesalahan dalam kegiatan pemanenan. Pengolahan pemanenan di kebun PBSN menggunakan sistem ancak giring tetap dengan rotasi 6/7. Kriteria matang yang diterapkan yaitu2 berondolan per kg tandan buah segar (TBS) yang jatuh secara alami. Namun dilapangan masih saja terjadi pemanenan pada tandan yang tidak sesuai dengan kretaria matang yang telah ditetapkan. Titi panen yang tidak tersedia pada beberapa parit drainase menyulitkan pemanen untuk mengangkut TBS ke tempat pengumpulan hasil. Kondidi jalan kebun yang belum dilapisi dengan batu-batuan dari kerikil menyebabkan tanah menjadi lembek pada saat hujan, sehingga menghambat kegiatan angkutan panen. Ketidaksesuaian tenaga panen yang dibutuhkan dengan yang tersedia pada kebun BSN divisi IV menyebabkan ancak beberapa pemanen diperluas. Alat dan perlengkapan panen yang kurang dipersipkan akan menghambat pelaksanaan panen. Premi berondolan yang dinilai rendah oleh pemimen rnenyebabkan masih banyaknya berondolan yang tertinggal di lapangan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcKelapa sawitid
dc.titlePengelolaan Pemanenan Kelapa Sawit(Elaeis guineensis Jcq.) di Kebun PBSN PT.Agrowiyana, Jambiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record