Analisis kinerja keuangan perusahaan penyamakan kulit
View/ Open
Date
2004Author
Hilmansyah, Indra
Ismail, Ahyar
Wardhani, Dewi Ulfah
Metadata
Show full item recordAbstract
Dewasa ini produk peternakan semakin memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Selain banyak dikonsumsi langsung untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, produk peternakan juga digunakan sebagai bahan baku bagi industri pengolahan pangan maupun sandang untuk menghasilkan nilai tambah. Salah satu produk peternakan yang mempunyai nilai ekonomi dan cukup potensial untuk dikembangkan adalah kulit hewan ternak ruminansia besar. Kulit merupakan hasil sampingan (by product) dari usaha ternak ruminansia ataupun rumah potong hewan (RPH).
PT. Muhara Dwitunggal Laju (MDL) merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri penyamakan kulit yang senantiasa berupaya mencapai keuntungan maksimal dan berusaha mengembangkan skala usaha yang telah dijalankannya. Persaingan yang ketat dalam dunia usaha menuntut setiap perusahaan untuk terus meningkatkan kinerjanya diberbagai bidang terutama kinerja keuangan karena seluruh kegiatan perusahaan meliputi produksi, penjualan dan SDM selalu berhubungan dengan bagian keuangan. Dalam rangka meningkatkan kinerja keuangannya dimasa mendatang, pihak perusahaan perlu mengevaluasi laporan keuangannya sehingga keadaan finansial dan perkembangannya serta prestasi keuangan yang telah dicapai selama ini dapat diketahui.
Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengetahui kondisi keuangan dan perkembangan usaha perusahaan selama periode tahun 2000 hingga 2002 dan (2) menganalisis kinerja keuangan perusahaan selama periode tahun 2000 hingga 2002 bila ditinjau dari kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua kewajibannya dan menghasilkan laba serta kemampuan dalam memanfaatkan aset (sumber daya) yang ada pada pengendaliannya. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Muhara Dwitunggal Laju, Citeureup, Bogor pada bulan Juli 2003. Penelitian ini didesain sebagai studi kasus yang bersifat deskriptif-analitis. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini antara lain analisis deskriptif, analisis persentase per komponen, analisis trend dan analisis rasio keuangan.
Berdasarkan hasil analisis persentase per komponen, dapat dilihat bahwa total aktiva lancar merupakan komponen yang memiliki proporsi paling besar dari aset yang dimiliki perusahaan dengan rata-rata sebesar 94,54%. Sedangkan total aktiva tetap memiliki proporsi yang kecil dengan rata-rata hanya 5,46% dari total aktiva...
