Show simple item record

dc.contributor.advisorRimbawan
dc.contributor.advisorHeryatno, Yayat
dc.contributor.authorRahmawati, Rina
dc.date.accessioned2023-10-19T03:31:02Z
dc.date.available2023-10-19T03:31:02Z
dc.date.issued1998
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127133
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah mempelajari proses penjernihan minyak jelantah bekas penggorengan terung ungu (Solanum melongena) Nashubi dengan menggunakan adsorben serta mempelajari daya terima konsumen terhadap minyak jelantah hasil penjernihan. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah adsorben yang ditambahkan terhadap sifat fisik dan kimia minyak jelantah dan pengaruh penggorengan tahu terhadap mutu minyak jelantah hasil penjernihan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan dua kali ulangan. Untuk mengetahui pengaruh jumlah adsorben yang ditambahkan terhadap sifat fisik dan kimia minyak jelantah maka dilakukan uji sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil uji organoleptik dianalisis dengan menggunakan nilai modus. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terrhadap daya terima konsuinen digunakan uji Kruskall Wallis. Minyak jelantah yang digunakan pada penelitian ini adalah minyak jelantah yang telah mempunyai nilai bilangan asam > 1, telah berumur 2 hari dimana 1 hari > 10 kali digunakan untuk menggoreng terung ungu. Jenis adsorben yang digunakan adalah arang, bentonit, karbon aktif, tawas, zeolit dan diatomit. Masing-masing adsorben tersebut ditambahkan ke dalam minyak sebanyak 5% dari berat minyak. Hasil analisis dipilih satu yang terbaik untuk digunakan pada penelitian utama. Tahu yang digunakan pada penelitian ini adalah tahu yang berwarna kuning. Penelitian utama bertujuan untuk mempelajari pengaruh jumlah adsorben dengan cara menambahkan adsorben terpilih pada minyak jelantah sebesar 0%, 5%, 10% dan 20% dari berat minyak. Dari hasil analisis pada tahap ini dipilih minyak jelantah hasil penjernihan terbaik. Selanjutnya minyak jelantah tersebut diuji secara organoleptik dibandingkan dengan minyak jelantah sebelum dijernihkan dan minyak segar. Tahap berikutnya minyak jelanlah hasil penjernihan tersebut digunakan sebagai media untuk menggoreng tahu. Hal ini dilakukan selama 5 hari berturut-turut dimana 1 hari dilakukan 1 kali penggorengan dengan suhu sekitar 150°C selama 10-15 menit. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian pendahuluan maka dipilih bentonit untuk digunakan pada penelitian utama. Pemilihan bentonit ini berdasarkan alas kemampuan bentonit dalam meningkatkan mutu minyak jelantah yaitu meningkatkan tingkat kejernihan (yang ditunjukkan dengan penurunan nilai absorbansi) dan menurunkan bilangan asam minyak jelantah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcNutritionid
dc.subject.ddcFoodstuffsid
dc.titlePengaruh penggunaan adsorben terhadap mutu minyak jelantah bekas penggorengan terung ungu (Solanum melongena)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record