| dc.description.abstract | Pengeluaran pengusaha untuk kegiatan usaha industri rumahtangga tapioka kasar Erdiri dari biaya tenaga kerja luar keluarga (kuli), sewa mesin giling, biaya bahan baku, ava solar dan biaya penyusutan. Biaya tenaga kerja keluarga tidak dimasukkan dalam ngeluaran secara tunai. Harga rata-rata bahan baku singkong adalah Rp.317,- per ilogram. Kebutuhan bahan baku pengusaha perhari rata-rata 503 kg atau berkisar antara -6 kwintal singkong untuk sekali pengolahan. Berarti membutuhkan ± 120.800 kg gkong per pengusaha pertahun.
Biaya sewa mesin penggilingan adalah biaya yang dibayarkan kepada pemilik mesin penggilingan yaitu untuk satu kwintal singkong dikenakan biaya empat kilogram ingkong atau jika diperkirakan kedalam bentuk uang berkisar Rp.1.200 per kwintal ngkong sudah termasuk biaya sewa hak, biaya air dan biaya solar mesin. Untuk 5 wintal singkong membutuhkan 4 bak untuk tempat pemerasan dan pengendapan pati. ntuk biaya minyak solar hanya dihitung bagi pengusaha yang memiliki mesin giling
Penerimaan total rata-rata Rp.52.422.066,- per pengusaha per tahun dan engeluaran rata-rata Rp.45.048.538 per pengusaha per tahun. Jadi pendapatan pengusaha -rata Rp.7.373.528 per pengusaha per tahun merupakan hasil pengurangan dari total rata-rata penerimaan dengan totala rata-rata pengeluaran. Pendapatan pengusaha lebih. hanyak dibawah Rp.6.000.000 per tahun yaitu sebanyak 16 orang pengusaha (53,30 persen) dan pendapatan diatas Rp.12.000.000,- per tahun berjumlah 5 orang pengusaha 16.70 persen) | id |