Pengaruh Penambahan Molase terhadap Keefektifan Ekstrak Kompos untuk Pengendalian Colletotrichum capsici (Syd.) Butler & Bisby Penyebab Penyakit Antraknosa pada Cabai
| dc.contributor.advisor | Soekarno, Bonny Poernomo Wahyu | |
| dc.contributor.author | Holilah | |
| dc.date.accessioned | 2023-10-19T03:12:54Z | |
| dc.date.available | 2023-10-19T03:12:54Z | |
| dc.date.issued | 2005 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127076 | |
| dc.description.abstract | Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia. Kebutuhan akan buah cabai semakin meningkat sejalan dengan semakin meningkatnya permintaan buah cabai untuk keperluan rumah tangga dan industri. Namun produksi buah cabai di Indonesia masih tetgolong rendah untuk memenuhi permintaan yang terns meningkat. Salah satu penyebab rendahnya produksi buah cabai ada.lah serangan patogen C. capsici penyebab antraknosa. Penyakit tersebut dapat menimbulkan kerugian hingga mencapai 50% atau lebih. Pengendalian dengan fungisida sintetik belum dapat mengatasi penyakit ini secara optimal. Salah satu pengendalian penyakit alternatif adalah dengan penggunaan ekstrak kompos. Keefektifan ekstrak kompos akan meningkat dengan adanya mikroorganisme. Mikroorganisme tersebut membutuhkan nutrisi yang cukup agar dapat berkembang dengan baik. Berdasarkan laporan, limbah molase dapat digunakan sebagai biosurfaktan pada ekstrak kompos. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan molase pada ekstrak kompos terhadap C. capsici penyebab penyakit antraknosa pada cabai. Tahap percobaan yang pertama adalah penyiapan ekstrak kompos dengan cara mencampur kompos, air, tanah dan tetes tebu, kemudian diinkubasi dan disaring. Dilakukan pengujian ekstrak kompos terhadap 'C. capsici, yaitu pengujian perkecambahan konidia dan pengujian in vitro dengan konsentrasi 0,5; dan 0,25 (% v/v). Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui bahwa ekstrak kompos kotoran ayam dan ekstrak kompos sampah sayuran mempunyai potensi sebagai antifungi. Ekstrak kompos kotoran ayam mempunyai tingkat keefektifan yang tinggi dalam menghambatan pertumbuhan C. capsici. Penambahan molase 1 % dan 2% (v/v) ke dalam ekstrak kompos mampu meningkatkan keefektifan ekstrak kompos dalam memghambat pe1tumbuhan C. capsici. KA TL 11 merupakan kombinasi ekstrak kompos yang paling efektif. | id |
| dc.language.iso | id | id |
| dc.publisher | Bogor Agricultural University (IPB) | id |
| dc.subject.ddc | Cabai | id |
| dc.subject.ddc | Molase | id |
| dc.subject.ddc | Kompos | id |
| dc.title | Pengaruh Penambahan Molase terhadap Keefektifan Ekstrak Kompos untuk Pengendalian Colletotrichum capsici (Syd.) Butler & Bisby Penyebab Penyakit Antraknosa pada Cabai | id |
| dc.type | Undergraduate Thesis | id |

