Show simple item record

dc.contributor.advisorSinaga, Bonar M
dc.contributor.advisorHastuti
dc.contributor.authorAminda, Fadilla Ristya
dc.date.accessioned2023-10-19T00:53:02Z
dc.date.available2023-10-19T00:53:02Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126958
dc.description.abstractSubsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor yang memiliki kontribusi besar bagi sektor pertanian Indonesia. Pertumbuhannya yang cukup konsisten membuat subsektor perkebunan mempunyai peran strategis dalam pembangunan ekonomi secara nasional. Gula merupakan salah satu komoditas perkebunan yang termasuk komoditas strategis bagi perekonomian Indonesia. Upaya peningkatan produksi gula tidak terlepas dari penyediaan bahan baku utamanya yaitu tebu. Pemerintah memberikan kredit Program Bongkar Ratoon sebagai upaya peningkatan produktivitas tebu. Kabupaten Pati merupakan sentra produksi tebu di Jawa Tengah, sehingga pertanian tebu menjadi sumber pendapatan sebagian besar petani di Kabupaten Pati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Bongkar Ratoon usahatani tebu dan karakteristik rumahtangga petani tebu, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumahtangga petani tebu dalam alokasi curahan kerja, produksi dan pengeluaran rumahtangga, serta menganalisis dampak perubahan harga input, harga output, dan kredit Program Bongkar Ratoon terhadap kesejahteraan rumahtangga petani tebu di Kabupaten Pati. Penelitian menggunakan data cross section dengan sampel rumahtangga petani tebu peserta Program Bongkar Ratoon di Kabupaten Pati tahun 2014. Model ekonomi rumahtangga petani tebu dibangun sebagai suatu sistem persamaan simultan dan diestimasi menggunakan Two Stage Least Squares (2SLS). Hasil simulasi menunjukkan penurunan harga output sebesar 23 persen tidak mampu dikompensasi dengan peningkatan kredit bibit sebesar 37.5 persen sehingga kesejahteraan rumahtangga petani tebu mengalami penurunan sebesar 3.40 persen. Peningkatan harga output sebesar 14 persen akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani sebesar 3.003 persen meskipun harga pupuk ponska meningkat sebesar 204 persen. Hal ini menunjukkan bahwa harga output memberikan dampak yang besar terhadap kesejahteraan rumahtangga petani.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEconomics and Management-Resources and Environmental Economicid
dc.titleAnalisis ekonomi rumahtangga petani tebu peserta program bongkar ratoon usahatani tebu di Kabupaten Patiid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordhousehold economyid
dc.subject.keywordchanges in input pricesid
dc.subject.keywordoutput pricesid
dc.subject.keywordbongkar ratoon creditsid
dc.subject.keywordsugarcane farmers.id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record