| dc.description.abstract | Perbankan syariah hadir untuk fokus pada pembiayaan produktif seperti
modal kerja, tetapi faktanya rasio pembiayaan modal kerja cenderung menurun
meskipun jumlah pembiayaannya meningkat. Tujuan penelitian ini adalah
menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pembiayaan modal kerja.
Metode yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) untuk
melihat pengaruh jangka panjang dan respon terhadap guncangan (shock) serta
kontribusi variabel dalam menjelaskan keragaman. Hasil menunjukkan bahwa
dalam jangka panjang DPK, FDR, CAR, IPI, dan SBK memberikan pengaruh
positif dan signifikan terhadap tingkat pembiayaan modal kerja, sedangkan SBIS
memberikan pengaruh negatif dan signifikan. NPF tidak memberikan pengaruh
yang signifikan terhadap tingkat pembiayaan modal kerja. Guncangan yang terjadi
pada DPK, FDR, CAR, IPI, dan SBK direspon positif dan akan stabil pada bulan
ke 60, 43, 52, 44, 45 oleh tingkat pembiayaan modal kerja. Guncangan SBIS
direspon negatif oleh tingkat pembiayaan modal kerja dan akan stabil pada bulan
ke 48. Kontribusi variabel dalam menjelaskan keragaman tingkat pembiayaan
modal kerja berturut-turut yaitu DPK, CAR, IPI, FDR, SBK, dan SBIS. | id |