| dc.description.abstract | Inklusi keuangan menjadi salah satu strategi guna meningkatkan
pertumbuhan yang inklusif di negara-negara Asia, namun inklusi keuangan dapat
menyebabkan stabilitas maupun instabilitas dalam sistem keuangan. Oleh karena
itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan inklusi keuangan dengan
stabilitas sistem keuangan di tujuh negara Asia pada periode 2007-2011 serta
menganalisis faktor-faktor apa saja yang memengaruhi stabilitas sistem keuangan.
Metode yang digunakan adalah perhitungan korelasi pearson dan data panel
dengan pendekatan Fixed Effect Model. Hasil yang didapatkan adalah adanya
korelasi negatif pada taraf nyata 5% antara inklusi keuangan dan stabilitas sistem
keuangan. Faktor-faktor yang signifikan memengaruhi stabilitas sistem keuangan
antara lain inklusi keuangan, stabilitas sistem keuangan pada periode sebelumnya,
non-FDI capital flow terhadap GDP, rasio aset lancar terhadap deposito dan
pendanaan jangka pendek, serta GDP perkapita. Dengan demikian peningkatan
inklusi keuangan, aset lancar perbankan, GDP perkapita, serta investasi portofolio
dapat menjadi strategi guna meningkatkan stabilitas sistem keuangan (Bank z
score) pada tahun tersebut dan tahun yang akan datang. | id |