| dc.description.abstract | Penelitiari ini bertujuan untuk mengetahui pengamh pemberian plndoxine dengan dosis yang berbeda terhadap kadar hemoglobin dan hematokrit dalam darah dan pertulllbuhan ikan kerapu tikus (Croniileptes alrh~elis). Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei sampai dengan bulan OIrtober 2000 di Laboratorium Kimia Lob Penelitian Perikanan Pantai Gondol. Bali dan Laboratorium Nutrisi Ikan Jurusan Budidaya Perairan Falcultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, PB. Ran percobaan diperoleh dari LOLITKANTA Gondol dengan bobot awal 14,17 i 0,13 g. Ikan dipelihara dalam 18 buah bak polikarbonat dengan volume 200 1 dan setiap bak diisi dengan 10 ekor ikan. Setiap bak dilengkapi dengan aerasi dan sistem air menkalir dengan pergantian air mencapai i 30 Ujam. Pada penelitian ini pakan yang digunakan ada 6 jenis dengan kadar penambahan pyridoxine-HC1 yang berbeda yaitu pakan A (0 mg pyridoxine-HCl/kg pakan), B (20 mg pyridoxine- HCUkg pakaxl), C (40 mg pyridoxine-HCng pakzn), D (60 mg pyridoxine-HCUkg pakan), E (SO mg pyridoxine-HCUkg pakan) dan F (160 111g pyridoxine-HCng pakan). Ikan dipelihara selama 14 minggu dan selama percobaan ikan diberi pakan dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari yaitu pada pukul S pagi dan 3 sore. Pemberian pakan dilakukan sa~npaik an kenyang (at satiatioiz). Untuk mengetahui respons ikan terhadap pakan percobaan, setiap 2 mu~ggu dilakukan penimbangan terhadap senlua ikan dalam bak. Analisa proksinlat tubuh ikan dilakukan di awal dan akhir penelitian. Pada akhir percobaan dilakukan pengukuran hemoglobin dan hematokrit. Penelitian ini nlenggunakan Rancangan Acak Lengkap. Evaluasi hasil dilakukan dengan menggunakan analisis ragam dan uji lanjutan BNJ pada selang kepercayaan 95 %. Penelitian ini menghasilkan data laju penumbuhan harian, retensi protein, efisiensi pakan. kadar Hb dan He dalam darah pada akhir penelitian. Pemberian pyridoxine-KC1 dengan kadar yang berbeda dalam pakan mengakibatkan peningkatan kadar Hb dalam darah sampai titik tertenru kemudian turun kembali di mana kadar Hb tertinggi dicapai pada pemberian pyridoxine-HC1 60 mgkg pakan. Pada parameter He dalam darah, retensi protein, laju perttunbuhan harian dan efisiensi pakan pemberian pyridoxine-HC1 lnemberikan pengardl yang sama (P>0,05). Hal ini diduga karena waktu penelitian yang relatif singkat sehingga belum diperoleh perbedaan yang jelas antar perlakuan. Berdasarkan evaluasi pada kadar Hb dalam darah n~aka kadar optimal pemberian pyridoxine-HC1 terhadap ikan kerapu tikus ukuran rata-rata 14,17 F 0,14 g adalah 60 mgkg pakan. | id |