| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya simpan dan shelf-life buah pisang Ambon Putih pada berbagai tingkat kematangan dan metode penyimpanan serta mengetahui kualitas yang dihasilkan dari berbagai tingkat kematangan buah pisang Ambon Putih setelah penyimpanan. Buah pisang diambil dari kebun petani yang berlokasi di kecamatan Cijeruk, Bogor. Perlakuan penyimpanan dan analisis laboratorium dilakukan di Laboratorium PSPT dan Laboratorium TPPHP, Institut Pertanian Bogor, Dramaga. Penelitian dilaksanakan bulan November 2002-Maret 2003.
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor dengan 5 ulangan. Faktor pertama adalah tingkat kematangan pisang dengan 3 taraf yaitu berumur 60±2, 75 ± 2 dan 902 hari setelah pembungaan. Faktor kedua adalah metode penyimpanan dengan 2 taraf yaitu suhu ruang dan suhu dingin (15° C). Peubah yang diamati meliputi panjang dan diameter buah, laju respirasi, kekerasan, padatan terlarut total, total asam tertitrasi, warna kulit, susut bobot dan uji hedonik.
Daya simpan buah pisang Ambon Putih pada berbagai tingkat kematangan mempunyai daya simpan yang berbeda tergantung dari suhu penyimpanannya. Buah pisang Ambon Putih dengan tingkat kematangan 60 ± 2 dan 75 ± 2 hari masih mentah sampai akhir penyimpanan (10 HSPs) pada suhu ruang maupun suhu dingin, sedangkan pisang tingkat kematangan 90+ 2 hari yang disimpan pada suhu ruang telah matang pada 4 HSPs, namun pada suhu dingin dapat disimpan sampai 10 HSPs.
Shelf-life merupakan daya tahan buah setelah pemeraman, di mana buah
telah masak dan dapat dikonsumsi. Shelf-life buah pisang Ambon Putih pada
gkat kematangan 60+2 dan 75+ 2 hari lebih lama bila dibandingkan dengan
ngkat kematangan 90 ± 2 hari. Shelf-life buah pisang pada penyimpanan suhu
Edingin lebih lama bila dibandingkan dengan penyimpanan suhu ruang | id |