| dc.description.abstract | Pembangunan kota semakin pesat seiring dengan pertumbuhan kota dan kebutuhan masyarakat kota. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan hidup akan semakin bertambah, kebutuhan akan tempat tinggal, sarana kesehatan, keamanan, kebersihan, transportasi, rekreasi juga akan mengalami peningkatan. Pertambahan sektor industri dan kendaraan yang semakin bertambah di tengah kota menyebabkan kota menjadi penuh dengan polusi yang dihasilkannya, baik polusi udara, suara dan debu. Kondisi seperti ini menyebabkan kota menjadi tidak sehat bagi masyarakat kota yang setiap hari beraktivitas di dalamnya.
Ruang terbuka hijau (RTH) merupakan komponen penyangga kehidupan kota. Salah satu bentuk RTH yang sedang dikembangkan adalah hutan kota. Hutan kota selain sangat memberikan nilai ekologi terhadap lingkungan juga dapat dioptimalkan menjadi sebuah area rekreasi di ruang terbuka sebagai salah satu tempat untuk berinteraksi bagi penduduk sekitar dan pendatang. Kondisi RTH atau Hutan Kota dewasa masih memprihatinkan, termasuk di wilayah kota Jakarta Barat.Ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Kampung Sawah, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Pal Merah, Jakarta Barat merupakan salah satu contoh RTH yang masih terlantar sampai saat ini. Oleh karena pentingnya RTH yang berfungsi sebagai hutan kota dan dapat dimanfaatkan sebagai kawasan rekreasi, maka kawasan tersebut perlu dirancang.
Tapak merupakan lahan yang berdiri tanpa perancangan awal dan tanpa adanya pemeliharaan. Kondisi demikian menyebabkan tapak dipenuhi oleh tumbuhan dan semak liar. Secara sosial timbulnya banyak masalah yang berhubungan dengan keamanan masyarakat sekitar, sehingga mendorong masyarakat dan pemerintah kota setempat untuk memperbaiki kondisi tapak dengan melakukan kegiatan perancangan tapak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
alles cinta milik In University
IPR | id |