Show simple item record

dc.contributor.advisorSulistyono, Eko
dc.contributor.advisorSantosa, Edi
dc.contributor.authorSharifah, Ipah
dc.date.accessioned2023-10-17T00:34:32Z
dc.date.available2023-10-17T00:34:32Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126641
dc.description.abstractPercobaan ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh frekuensi irigasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman suweg. Percobaan dilakukan di rumah Rasa Cikabayan iPB, Darmaga mulai April sampai Desember 2002. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor yaitu frekuensi irigasi. Terdapat 5 perlakuan frekuensi irigasi, yaitu 1, 3, 5, 7.15 hari. seksi. Dengan ulangan sebanyak 3 kali dan masing-masing satuan percobaan terdiri dari 4 tanaman sehingga terdapat 60 tanaman yang diamati yang akan dipanen pada umur 4 bulan setelah bertunas. Selain itu ditambah dengan destruktif sebanyak 6 kali, yaitu pada umur 1, 1.5, 2, 2.5, 3, 3.5 bulan setelah tunas untuk masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga terdapat S tanaman dekstruktif. Jadi totalnya sebanyak 150 tanaman. Terdapat 2 jenis pengamatan, yaitu pengamatan vegetatif setiap minggu dan pengamatan destruktif/panen. Pengamatan vegetatif meliputi pengukuran panjang petiol, panjang daun, diameter petiol, sudut petiol, sudut daun. Pengamatan destruktif/panen meliputi pengukuran berat kering tajuk, berat kering umbi, diameter umbi, berat kering akar, panjang total akar, jumlah akar uas daun, analisis tepung. Selain itu dilakukan juga pengamatan kadar air tanah, kadar air kapasitas lapang dan kadar air titik layu permanen Frekuensi irigasi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman suweg Frekuensi irigasi 1 hari menunjukkan pertumbuhan dan hasil tertinggi sejak 2.5 BST, frekuensi irigasi 15 hari sekali hanya dapt bertahan hidup sampai 1 BST Pada awal pertumbuhan (sebelum 2.5 BST) tanaman dapat disiram lebih jarang sampai kadar air tanah tersisa 23.61%. Pada fase akhir menjelang panen, irigasi dilakukan jika kadar air tanah berkisar 23.71 % Produksi umbi tertinggi dihasilkan oleh frekuensi irigasi setiap hari, sedangkan frekuensi irigasi 3, 5 dan 7 hari sekali dapat menekan produksi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcAgronomy and Horticultureid
dc.titlePengaruh frekuensi irigasi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman suweg (Amorphophallus paeoniifolius Dennst. Nicolson)id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordirrigationid
dc.subject.keywordAmorphophallus paeoniifolius Dennst. Nicolsonid
dc.subject.keywordelephant foot yamsid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record