Toleransi ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam.) terhadap cekaman aluminium secara in vitro
View/ Open
Date
2003Author
Sumirat, Ucu
Setiawan, Asep
Rahayu, Megayani Sri
Metadata
Show full item recordAbstract
Ubi jalar merupakan salah satu komoditas penting dunia yang digunakan sebagai bahan pangan atau bahan penting lainnya. Keterbatasan lahan yang produktif menyebabkan digunakannya lahan marginal seperti tanah podzolik nerah kuning (PMK) yang memiliki masalah kemasaman tanah dan kandungan aluminium (Al) yang tinggi. Kandungan aluminium pada tanah menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan tanaman. Hasil - hasil penelitian membuktikan bahwa tanaman memiliki mekanisme untuk mengatasi pengaruh buruk Al pada lingkungan tumbuhnya dan mekanisme ini diketahui dikontrol secara genetik sehingga terjadi variabilitas ketahanan tanaman terhadap cekaman Al.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi ketahanan klon - kion ubi jalar terhadap cekaman Al yang dilakukan pada kondisi in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Tanaman, Jurusan Budidaya Pertanian, IPB yang dimulai dari bulan Februari 2002 sampai Februari 2003. Klon yang digunakan berjumlah 13 yaitu nomor aksesi B0332, B0068, B0494, B0480, B0433, B0265, B0363, B0122, B0101, B0483, dua klon harapan yaitu BB97258-2 dan BB97091-9 dan salah satu varietas yaitu Sukuh yang semuanya merupakan koleksi dari International Potato Center (CIP), Bogor.
Tahapan penelitian dimulai dengan proses sterilisasi bahan eksplan yang berupa buku tunggal. Proses sterilisasi dimulai dengan merendam bahan eksplan dalam detergen selama 30 menit lalu dibilas dengan aquades steril satu kali. Sterilisasi lalu dilanjutkan di laminar. Buku-buku tersebut lalu direndam dalam larutan bayclin 20% selama 10 menit sambil digoyang, kemudian dibilas sekali dengan aquades steril. Buku-buku tersebut kemudian dipotong menjadi berukuran antara 0.51 cm, lalu direndam dalam larutan fungisida dan bakterisida dengan konsentrasi masing-masing 40 gr/L selama 3 jam. Setelah perendaman, buku- buku tersebut dibilas dengan aquades steril satu kali, kemudian direndam dalam bayclin 10 % selama 15 menit sambil digoyang, lalu dibilas satu kali dengan ades steril. Sterilisasi dilanjutkan dengan merendam buku-buku tersebut dalam alkohol 95% selama 5 menit dan sesudahnya dibilas dengan aquades steril satu kali. Terakhir, buku-buku tersebut direndam dalam bayclin 5 % selama 5 menit ambil digoyang, lalu dibilas dengan aquades steril satu kali. Eksplan lalu dikulturkan dalam media MO dengan komposisi media MS setengah konsentrasi yang ditambahkan gula pasir 30 gr/1. dan dibuat padat dengan penambahan agar- agar murni sebanyak 4 g/L serta pH 5.8.
Pada kenyataannya, proses sterilisasi yang dilakukan berbeda antar klon arena cara sterilisasi disesuaikan dengan kondis: tanaman. Klon-klon yang memiliki batang yang kecil terutama untuk yang bertipe merambat (klon B0332 dan B0494) lebih mudah disterilkan daripada cara diatas. Sedangkan pada klon- on yang berbatang besar seperti Sukuh dan B0363 lebih sulit disterilkan.
