| dc.description.abstract | Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sampai sejauh mana fungisida berpengaruh pada perlakuan matriconditioning plus inokulan Bradyrhizobium japonicum dan Azospirillum lipoferum terhadap kemampuan hidup bakteri dan pertumbuhan tanaman kedelai serta penambatan Nitrogen. Perlakuan matriconditioning menggunakan arang sekam (lolos saringan 210 μm), dengan perbandingan benih, media, air, adalah 9 (g) 6 (g) 8 (ml). Matriconditioning dilaksanakan pada suhu ruang (29 °C) selama 13 jam.
Percobaan ini terdiri dari tiga tahap percobaan. Tahap pertama adalah penetapan konsentrasi fungisida non fitotoksik pada benih Kedelai. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi fungisida yang tepat dan non-fitotoksik terhadap benih. Konsentrasi benomyl yang digunakan adalah 0.05 %, 0.10 % dan 0.15% dan mancozeb 0.04 %, 0.08 %, 0.12%, 0.16 %, 0.20 % dan 0.24 %. Pengamatan dilakukan terhadap tolok ukur daya berkecambah dan indeks vigor benih.
Tahap kedua adalah kemampuan tumbuh Bradyrhizobium japonicum dan Azospirillum lipoferum pada berbagai konsentrasi fungisida benomyl. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi fungisida yang tepat dan non- fitotoksik terhadap kemampuan hidup bakteri. Pada percobaan ini dilakukan dua tahapan percobaan, untuk tahapan 1). Kedua jenis bakteri masing-masing diinokulasikan secara tunggal dan untuk tahapan 2). Kedua bakteri dicampur dengan menggunakan dosis fungisida hasil tahapan 1). Pengamatan dilakukan dengan menghitung populasi koloni bakteri yang dapat tumbuh dan dilakukan secara manual.
Tahap ketiga adalah pertumbuhan dan penambatan Nitrogen Kedelai dari benih yang diberi perlakuan matriconditioning plus inokulan dan fungisida (percobaan rumah kaca). Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan matriconditioning plus inokulan B japonicum dan A. lipoferum | id |