Show simple item record

dc.contributor.advisorFahmi, Isqan
dc.contributor.authorMasroh, Antuji Hayatri
dc.date.accessioned2023-10-17T00:18:15Z
dc.date.available2023-10-17T00:18:15Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126580
dc.description.abstractBeras merupakan komoditi yang sangat pentittg di Indonesia, karena sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok sehari-hari. Bagi masyarak Indonesia beras bukan saja merupakan bahan pangan pokok, tetapi sudah merupakan komoditi sosial sehingga suplai beras harus tetap terjamin karena jika tidak maka akan menyebabkan keresahan, sosial. PT Pertani adalah salah satu perusahan BUMN yang bergerak di sektor pertanian dengan salah satu unit usahanya atau yang disebut dengan strategic business unit (SBU) berfokus pada bidang perberasan. Unit Penggilingan Padi (UPP) Haurgeulis adalah salah satu UPP SBU Perberasan yang berada di wilayah Jawa Barat yang memiliki masalah biaya,perigadaan beras yang tinggi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kombinasi pengadaan beras yang selaina ini dijalankan di UPP Haurgeulis. Mencari kombinasi kuantitas pengadaan beras yang dapat mengefisienkan biaya pengadaan beras pada UPP Haurgeulis serta membandingkan kondisi kombinasi kuantitac; pengadaan beras yang selama ini dijalankan (aktual) oleh UPP Haurgeulis dengan kondisi kombinasi optimalnya. Penelitian dilakukan pada Unit Penggilingan Padi (UPP) Haurgeulis salah satu unit penggilingan padi SBU Perberasan PT Pertani (persero) yang berada di wilayah Indramayu, Jawa Barat. Penelitian menggunakan data primer dan sekunder dan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2004. Pencarian solusi biaya minimal pengadaan beras menggunakan alat analisis metode kuantitatif linear programming. Proses minimisasi biaya pengadaan dihadapkan pada beberapa kendala antara lain kendala keterbatasan pasokan gabah maksimal dari petani, kendala proporsi hasil pengolahan, kendala target penjualan maksimal dan minimal yang telah ditetapkan, kendala kapasitas rnesin penggilingan dan kendala break even point kuantitas serta kendala biaya dan keuntungan minimum. Koefisien fungsi tujuan dalam penelitian ibi adala biaya pengadaan per unit setiap jenis beras, nilai fungsi tujuannya adalah total biaya pengadaan seluruh jenis beras per bulan sedangkan variabel keputusannya adalah kuantitas pengadaan per bulan dari setiap jenis beras dan katul yang dihasilkan. UPP Haurgeulis menghasilkan eliam produk berbahan baku beras dimana salah satunya adalah produk sampingan. Produk yang berupa beras adalah beras super (Xi ). beras kepala (X2). beras medium (X3), beras medium BJ (X4), beras broken (X5), dan produk sampingannya adalah katul (X6). Perumusan fungsi tujuan dan kendala diproses menggunakan software AB:QM untuk mempermudah perhitungan solusi biaya pengadaan minimum. Hasil minimisasi menunjukkan bahwa kendala yang ikut menentukan kombinasi kuantitas pengadaan optimal (kendala aktif) berjumlah enam kendala. Kendala-kendala aktif tersebut adalah kendala proporsi hasil samping katul minimum (C4), kendala permintaan minimum untuk beras super dan beras kepala (C 10), kendala BEP beras super (C 13), kendala BEP beras medium (C15) dan beras medium BJ (C16) serta kendala keuntungan minimal (C1 9).ecara efisien dan efektif. Kombinasi kuantitas pengadaan tiap jenis beras perbulan (aktual) yang dil akukan oleh UPP Haurgeulis adalah; beras super sebanyak 23 953.30 kg per bulan, beras kepala sebesar 142 403.00 kg per bulan, beras medium sebesar 42 292.30 kg per bulan, beras medium BJ diproduksi sebesar 13 666.10 kg per dan beras broken sebesar 22 293.30 kg per, bulan sedangkan katul yang dihasilkan sebagai hasil samping dari kombinasi kuantitas pengadaan aktual adalah sebanyak 8 839.67 kg per bulan. Kegiatan pengadaaan beras aktual tersebut menghasilkan biaya total pengadaan beras sebesar Rp 725 3 71 999 .5 per bulan. Analisis dengan menggunakan linear programming dalam penelitian ini menghasilkan kombinasi kuantitas pengadaan dari kelima jenis produk beras dan katul adalah sebagai berikut: beras super diproduksi sebanyak 22 776.94 kg per bulan, beras kepala sebanyak 144 223.06 kg per bulan, beras medium sebesar 40 063.46 kg per bulan beras medium BJ sebanyak 12 945.88 kg per bulan dan beras broken sebesar 26 404.05 kg per bulan. Kuantitas katul yang dihasilkan sebagai k0ri sekuensi dari kombinasi kuantitas pengadaan tersebut adalah 7. 470.96 kg per bulan. Apabila UPP Haurgeulis melakukan ktiantitas pengadaan masing-masing jenis beras seperti kombinasi hasil solusi optimal tersebut maka akan menehasilkan biaya total pengadaan beras sebesar Rp. 725 028 530.80 per bulan. Kombinasi kuantitas pengadaan aktual ini berbeda dengan hasil solusi minimisasi. Untuk menghasilkan kombinasi kuantitas pengadaan sama dengan kombinasi kuantitas optimal maka kuantitas pengadaan aktual beras super harus aktual diturunkan sebesar 4.91 persen, kuantitas pengadaan beras kepala hams ditingkatkan sebesar 1.28 persen, beras medium diturunkan sebesar 5.27 persen, sedangkan beras medium dikurangi sebesar 5.27 persen. Beras broken yang dihasilkan dalam kondisi aktual harus dinaikkan pen gadaannya sebesar 18.44 persen agar sama dengan kuantitas pengadaan optimal. Katul yang dihasilkan sebagai hasil samping dari kombinasi kuantitas pengadaan aktual harus diturunkan sebesar 15.48 persen. Kegiatan pengadaan beras model optimal mampu me mberikan biaya pengadaan yang lebih efisien sebesar Rp. 343 458. 74 per bulan dari biaya pengadaan beras aktual. Dari sisi keuntungan, kombinasi kuantitas pengadaan optimal memberikan laba sebesar Rp. 26 720 326.55 sedangkan keuntungan yang didapatkan oleh kombinasi aktual adalah sebesar Rp. 26 116 357.81 sehingga kombinasi kuantitas pengadaan optimal memberikan tambahan keuntungan sebesar Rp. 603 968.74 per bulan. Dari hasil pengolahan analisis post optimal didapatkan bahwa Skenario 1 dilakukan penurunan pada jumlah permintaan minimum beras super dan kepala sebesar IO 000 kg per bulan. Skenario 2 dilakukan pada penurunan BEP beras medium menjadi 28 000 kg per bu Ian. Dari kondisi perubahan tcrsebut didapatkan bahwa skenario 1 mengbasilkan biaya total pengadaan sebesar Rp. 710 61 O 504.200 per bulan dan skenario 2 sebesar Rp. 697 473 609.45 per bulan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcBerasid
dc.subject.ddcPenggilingan padiid
dc.titleMinimisasi Biaya Pengadaan Beras Pada Strategic Business Unit (SBU)Perberasan, PT Pertani (persero); Studi Kasus Pada Unit Penggilinan Padi Haurgeulis, Indramayuid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record