Show simple item record

dc.contributor.advisorHidayat, Sri Hendrastuti
dc.contributor.authorSinambela, Lisdawaty
dc.date.accessioned2023-10-17T00:14:04Z
dc.date.available2023-10-17T00:14:04Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126567
dc.description.abstractTujuan penelitian adalah untuk mengetahui waktu inokulasi geminivirus yang menyebabkan keparahan penyakit yang paling merugikan pada tanarnan tomat. Hasil penelitian dapat memberikan informasi yang berguna untuk menekan kehilangan hasil akibat infeksi geminivirus melalui perlindungan terhadap infeksi pada umur tanaman tertentu. Benih tomat varietas Arthaloka dan Donna disemai pada medium semai. Setelah berumur 3-4 minggu setelah semai (MSS) bibit dipindahkan ke polibag berukuran 30 x 30 cm. Penularan virus menggunakan B. rabaci Genn., dilakukan saat tanaman berumur 1 minggu setelah tanam (MST), 3 MST, 1 minggu sebelum berbunga (MSbB) dan 1 minggu setelah berbunga (MStB). Inokulasi balik dilakukan untuk memastikan keberadaan geminivirus pada tanaman tomat. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dalam acak lengkap dengan dua faktor yaitu perbedaan waktu inokulasi dan varietas tomat. Peubah yang diamati meliputi gejala, petiode inkubasi, kejadian penyakit, laju pertambahan tinggi, penundaan waktu berbunga dan persentase bunga yang bertahan menjadi bakal buah. Basil penelitian menunjukkan gejala penyakit yang sama terlihat pada kedua varietas yaitu berupa mosaik, ukuran daun lebih kecil serta bentuknya tidak beraturan. Gejala paling awal muncul pada varietas Donna. Periode inkubasi tercepat te rjadi pada 3 MST yaitu 8-11 hari untuk varietas Donna dan 9-13 hari untuk varietas Arthaloka dengan kejadian penyakit masing-masing sebesar I00%. Laju pertambahan tinggi tanaman tomat varietas Arthaloka mengalami penurunan pada semua perlakuan (1 MST, 3 MST, 1 MSbB dan 1 MStB). Hal tersebut juga terjadi pada varietas Donna, kecuali untuk perlakuan 1 MST. Pada tanaman kontrol laju pertambahan tinggi tanaman dad 1 MST sampai 3 MST meningkat, sedangkan ketika tanaman memasuki 4 MST dan 5 MST laju pertambahan tinggi cenderung turun. Pada tanaman tomat varietas Arthaloka penundaan waktu berbunga berkisar antara 10.8 sampai LO hari, sedangkan pada varietas Donna penundaan waktu pembungaan berkisar antara 6.2 sampai 0.4 hari. Persentase bunga yang menjadi bakal buah tertinggi terjadi pada perlakuan 1 MStB, yaitu 61. 7% untuk varietas Arthaloka dan 71.15% untuk varietas Donna; sedangkan persentase bunga yang menjadi bakal buah terendah terjadi pada perlakuan 1 MST, yaitu 53.26% untuk varietas Arthaloka dan 51.61 % untuk varietas D onna. Waktu inokulasi geminivirus yang paling merugikan adalah pada saat umur tanaman 1 MST karena pada fase tersebut tanaman masih sangat rentan terhadap infeksi geminivirus. Hal tersebut menurtjukkan bahwa proteksi tanaman sejak awal akan mengurangi resiko kehilangan hasil.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcTomatid
dc.subject.ddcGeminivirusid
dc.titlePengaruh Waktu Inokulasi Geminivirus pada Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) terhadap Perkembangan Penyakit.id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record