Show simple item record

dc.contributor.advisorHarianto
dc.contributor.authorPineda, Loveita Agustantri
dc.date.accessioned2023-10-12T07:48:46Z
dc.date.available2023-10-12T07:48:46Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126327
dc.description.abstractAgroindustri produk susu olahan Indonesia merupakan agroindustri yang dikembangkan. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan konsumsi dikalangan masyarakat yang semakin membaik. Perkembangan konsumsi susu yang mengalami peningkatan sebesar 26,23 % pada tahun 2000. Pangsa pasar industri pengolahan susu di Indonesia dalam S tahun terakhir ini masih dikuasai oleh PT. Friesche Vlag lalu diikuti oleh PT. NESTLE. PT. Fajar Taurus sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan susu yaitu susu pasteurisasi, yoghurt, dan kefir dituntut untuk berefisiensi dalam mengelola usahanya. Salah satu sumber daya yang dimanfaatkan secara optimal adalah bahan baku. Pemanfaatan bahan baku secara optimal adalah berkaitan dengan pembelian dan pengadaan bahan baku agar tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan. Pengadaan bahan · baku berlebihan akan menagkibatkan tingginya biaya persediaan sedangkan jika terlalu rendah akan mengakibatkan kontuinitas produksi terganggu. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mempelajari kebijakan pembelian dan persediaan bahan baku gula pasir dan skim milk powder yang dilakukan oleh perusahaan (2) Menganalisis model pengendalian persediaan yang dapat diterapkan oleh perusahaan (3) Merekomendasikan aJtematif kebijakan pengendalian persediaan bahan baku yang dapat dipilih perusahaan Penelitian ini dilaksanakan di PT. Fajar Taurus yang berlokasi di Jalan raya Bogor No. 40 Cijantung, Jakarta Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai dengan Desember 2002. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung dan melalui wawancara dengan para karyawan perusahaan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui data-data yang dimiliki oleh perusahaan dan literaturliteratur yang berkaitan dengan analisis pembelian dan pengadaan bahan baku. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputer program ABQM for window dan menggunakan kalkulator. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengendalian bahan balcu yang termasuk Material Requirement Planning (MRP) dengan teknik lot for lot, teknik EOQ dan teknik PPB. Telnik lot for Jot adalah memesan tepat sebesar yang dibutuhkan tanpa persediaan pengaman dan antisipasi lebih lanjut. Teknik EOQ digunakan seperti pada teknik EOQ untuk barang-barang bebas yaitu dengan mencari nilai kuantitas optimal dengan teknik EOQ kemudian dimasukkan ke dalam format MRP, sedangkan teknik PPB merupakan pendekatan yang lebih dinamis unntuk menyeimbangkan biaya pemesanan. Persediaan bahan baku yang dianalisis adalah bahan baku gula pasir dan skim milk powder. Penentuan persediaan bahan baku tersebut diperoleh dari bagian gudang dan bagian pembelian. Biaya-biaya yang dianalasis dalam penelitian adalah biaya pemesanan dan biaya penyimpanan bahan baku. Biaya pemesanan meliputi biaya administrasi pesanan, biaya telepon , dan biaya transfer antar bank. Biaya penyimpanan meliputi opportunity cost dan biaya penyusutan. Pada saat ini PT. Fajar Taurus memproduksi susu pasteurisasi tawar, susu pasteurisasi manis, susu pasteurisasi strawberry, susu pasteurisasi coklat, yoghurt strawberry, yoghurt vanilla, yoghurt raspberry, yoghurt blueberry, kefir mangga, kefir melon dan kefir lychee. Pemasaran produk yang dilakukan oleh PT. Fajar Taurus adalah terutama ditujukan pada instansi seperti perkantoran, perbotelan, perumahan, dan sekolah. Bahan baku utama yang digunakan oleh PT. Fajar Taurus adalah susu segar yang dipasok dari peternakan sendiri yaitu Taurus Dairy Farm , gu]a pasir dipasok . oleh pn, Surya Guna Mandiri, Jakarta sedangkan skim milk powder dipasok oleh Pr Pulau Jaya Mandiri, Jakarta. Pembelian bahan baku dilakukan dengan melihat data-data produksi sebelumnya dimana prosedur pembelian bahan baku climulai dari permintaan bagian gudang yang melapor ke manajer produksi. Manajer produksi membuat PR yang disampaikan ke bagian pembelian. PR tersebut disampaikan ke bagian keuangan jika disetujui, bagian pembelian akan menghubungi pemasok dan dibuat PO beserta copynya untuk disampaikan kepada pemasok lalu dilakukan negosiasi tentang waktu pengiriman barang.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcSusuid
dc.titleKajian Pembelian Dan Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produksi Susu Olahan: Studi Kasus di PT Fajar Taurus, Jakartaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record