Show simple item record

dc.contributor.advisorAnwar, Syaiful
dc.contributor.advisorNugroho, Budi
dc.contributor.authorNugroho, Rully
dc.date.accessioned2023-10-12T02:19:59Z
dc.date.available2023-10-12T02:19:59Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126277
dc.description.abstractErapan sulfat oleh tanah memegang peranan penting dalam hubungannya dengan ketersediaannya bagi tanarnan yang diantaranya dipengaruhi oleh kadar dan tipe mineral liat, hidroksida, bahan organik, pH, konsentrasi sulfat, kehadiran anion lain dan kation. Tanah memiliki kemampuan rendah dalam meretensi anion, terutama sulfat karena ion ini mudah tercuci. Penggunaan pupuk k.andang dan pengapuran sangat umum dilakukan dalam pengelolaan tanah dan tanaman pada tanah masam. Tujuan penelitian ini adalah menetapkan pengaruh pukan sapi dan k.apur terhadap erapan sulfat pada Latosol dari Darmaga dan Podsolik dari Jasinga. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan pukan sapi sebanyak tiga taraf (0, 2.5, dan 5.0% setara kandungan C-organik tanah), dan perlakuan k.apur sebanyak tiga taraf (0, 0.25, dan 50.0 setara dengan kandungan Aidd tanah) yang diinkubasi selama satu bulan. Setelah inkubasi, pH masing-masing tanah diukur. Penetapan erapan sulfat dilakukan dengan menyetimbangkan tanah yang telah diperlakuk.an dengan larutan mengandung ion sulfat dalam 0.01 M NaCl. Isotermal langmuir digunakan untuk menetapkan erapan maksimum (b) dan konstanta energi ikatan (k). Pukan sapi, kapur, dan interaksinya memiliki pengaruh nyata baik terhadap nilai pH tanah, b, maupun k. Pukan sapi berkorelasi negatif terhadap nilai pH tanah dan b, namun berkordusi positif terhadap nilai k. Sebaliknya, kapur berkorelasi positif terhadap nilai pH tanah dan b, namun namun berkorelasi negatif terhadap nilai k. Umumnya interaksi kedt1a faktor tersebut menyebabkan menurunnya nilai pH tanah, b, dan k (saling meniadakan) dibandingkan dengan pengaruh bahan•bahan tersebut sebagai faktor tunggal. Podsolik dari Jasinga mempunyai nilai .b lebih tinggi dibandingkan dengan Latosol dari Darmaga dan peningkatan nilai b tersebut ditandai dengan menurunnya nilai k. Peningkatan erapan sulfat yang disebabkan oleh mekanisme koadsorpsi (cooperative adsorption) antara ion Ca2• dan so/· (ion Ca2+ bertindak sebagai cation bridge antara ion SO/' dan permukaan koloid) tampaknya merupakan mekanisme utama erapan yang te1jadi meskipun mekanisme erapan secara non spesifik dan mekani sme laint1ya j uga berperan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcPukan sapi Latosol Podsolikid
dc.titlePengaruh Pukan Sapi Dan Kapur Terhadap Erapan Sulfat Pada Latosol Dari Darmaga Dan Podsolik Dari Jasingaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record