Show simple item record

dc.contributor.advisorMaryana, Nina
dc.contributor.authorSahlah
dc.date.accessioned2023-10-12T02:02:13Z
dc.date.available2023-10-12T02:02:13Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126254
dc.description.abstractPengembangan budidaya jamur tiram mempunyai prospek yang baik. Peluang pemasarannya di Indonesia sangat baik dan berpotensi mendatangkan sumber devisa negara. Namun berbagai kendala tidak luput dalam usaha pembudidayaannya. Kendala yang cukup serius di kalangan petani adalah adanya serangan hama yang secara langsung maupun tidak dapat merusak bagian jamur yang dikonsumsi tersebut sehingga pada akhirnya berpengaruh pada pendapatan petani jamur tiram dengan berkurangnya produksi. Populasi hama L. immaculipennis di lapang ditentukan dengan kemampuannya dalam reproduksi sehingga penelitian akan kemampuan bertelur maupun perilaku yang mendukung proses peneluran diperlukan untuk mengetahui strategi pengendalian yang tepat. Pengamatan kemampuan reproduksi serangga L. immaculipennis diiakukan bersamaan dengan pengamatan aspek biologi lainnya yang mendukung proses pen eluran seperti masa praoviposisi, masa peneluran, keperidian, persentase penetasan telur, nisbah kelamin dan perilaku kopulasi serta perilaku peneluran. Pengamatan dilakukan di laboratorium pada imago yang baru keluar dari pupa di dalam wa dah plastik dengan potongan jamur tiram putih dan kapas yang telah diserapkan dengan madu I 0%. Kelembaban relatif kurungan dijaga pada batas minimum 70% dengan cara menyemprotkan air di dalam dan sekeliling kurungan. Larva serangga L. immaculipennis dapat menyerang jamur tiram baik tubuh buah maupun media tumbuh jamur tiram (bag-log) sehingga menurunkan kualitas maupun kuantitas jamur tiram yang dihasilkan. L. immaculipennis mempunyai rata.rata masa praoviposisi 3,45 hari, masa peneluran rata•rata 2,40 hari, lama hidup imago jantan lebih panjang (9,JO hari) dari imago betina (5,85 hari), ratawrata te lur yang diletakkan per imago betina adalah 91, 10 butir telur dengan ratawrata persentase penetasan 86,27% dan nisbah kelamin imago jantan dan betina adalah l : 1,90. Pada saat kopulasi imago jantan menjepitkan kedua bagian gonokosit yang terdapat pada ujung abdomen ke bagian ovipositor betina dengan posisi jantan di bdakang betina. Imago meletakkan telur pad a per mukaan atas dan permukaan bawah (lamela) jamur. Selain itu imago betina juga dapat menusukkan ovipositornya ke dalam jaringan tubuh buah jamur.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcJamur tiram putih Pleurotus ostreatusid
dc.titleKemampuan Reproduksi Libnotes Immaculipennis Senior-White (Diptera: Limoniidae Jamur Tiram Putih (Pleurotus Ostreatus)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record