Show simple item record

dc.contributor.advisorSugema, Iman
dc.contributor.authorSulaenah
dc.date.accessioned2023-10-09T09:16:21Z
dc.date.available2023-10-09T09:16:21Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126101
dc.description.abstractBahan baku dan produk jadi rotan tidak hanya menjadi konsumsi dalam negeri saja, tetapi sebagian besar diekspor. Diperkirakan 80 persen kebutuhan rotan dunia dipasok oleh produksi rotan dari Indonesia. Laju perdagangan rotan berkembang pesat, baik dalam bentuk mebel, lampit, maupun kerajinan. Negara tujuan ekspor produk rotan terutama dalam bentuk mebel meliputi 193 negara. Di Indonesia salah satu daerah sentra produksi industri rotan adalah daerah Cirebon. Hasil produksi rotan dari daerah Cirebon sebagian besar untuk ekspor (91%) dan hanya 9 persen untuk konsumsi domestik. Sejak pemerintah memberikan izin ekspor bahan-bahan mentah industri termasuk rotan pada tahun 1999, terjadi kelangkaan bahan baku rotan di dalam negeri karena penghasil rotan di Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan lainnya lebih memilih untuk menjualnya ke luar negeri dari pada di dalam negeri. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan permintaan ekspor produk rotan dari negara tujuan ekspor sebelumnya, sehingga terjadi penurunan produksi rotan di Indonesia termasuk mebel. Keadaan di atas berdampak pada PT Dilmoni Citra Mebel Indonesia, oleh karena itu dalam berproduksi perusahaan perlu mempertimbangkan tujuan, kendala, dan kondisi pasar. Maka diperlukan analisis optimalisasi produksi mebel rotan di PT Dilmoni CMI agar menghasilkan keuntungan maksimum.....id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcRotanid
dc.titleOptimalisasi produksi mebel rotan di PT. Dilmoni Citra Mebel Indonesia (CMI), Cirebon, Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record