| dc.description.abstract | Peningkatan jumlah penduduk di Daerah Khusus Ibukota Jakarta memicu
masalah keterbatasan lahan. Alih fungsi lahan yang terjadi mengakibatkan daerah
resapan air semakin sempit sehingga terjadi peningkatan air permukaan yang
menyebabkan banjir. Jumlah jiwa yang terdampak banjir di Jakarta Selatan merupakan
jumlah tertinggi di DKI Jakarta pada tahun 2016. Banjir yang terjadi di Komplek Polri
Pondok Karya merupakan banjir luapan Sungai Mampang. Upaya penanggulangan telah
dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah, namun banjir di wilayah Pela Mampang
masih terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi kerugian ekonomi
masyarakat dan faktor-faktor yang memengaruhi kerugian ekonomi, mengestimasi
manfaat ekonomi, serta mengidentifikasi strategi mitigasi dan upaya penanggulangan
banjir di DKI Jakarta khususnya wilayah Pela Mampang. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah (1) metode pendekatan harga pasar, (2) cost of illness, (3)
loss of earnings, (4) regresi linear berganda, (5) analisis deskriptif, dan (6) gap analysis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerugian ekonomi akibat banjir
mencapai Rp 221 095 330, dengan manfaat ekonomi yang diperoleh masyarakat berasal
dari pengerukan waduk berjumlah Rp 163 739 403. Mitigasi dilakukan oleh masyarakat
dalam bentuk struktural seperti pembuatan tanggul dan tindakan non struktural seperti
mengasuransikan harta benda. Program penanggulangan banjir di DKI Jakarta
khususnya Pela Mampang telah dilakukan namun beberapa program belum tercapai
sesuai dengan indikator. Program tersebut adalah pengembangan drainase, pengelolaan
sungai, serta pemeliharaan dan pembangunan sarana prasarana pengendali banjir.
Program penanggulangan banjir di DKI Jakarta khususnya Pela Mampang perlu
dioptimalkan agar mengurangi kerugian ekonomi dari masyarakat.
Kata Kunci : Biaya Kesempatan, Cost of Illness, Damage Assessment, Gap Analysis | id |