| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon kebal terhadap
Newcastle Disease pada ayam pedaging (broiler) yang divaksin IBD-inaktif dan
ditantang dengan virus IBD. Sebanyak 200 ekor ayam pedaging strain Cobb
dibagi menjadi empat kelompok (K1, K2, K3 dan K4). Vaksinasi dilakukan pada
hari ke-4, dimana kelompok K1 dan K2 divaksin dengan vaksin ND aktif dan ITA
ND+IBD inaktif, sedangkan kelompok K3 dan K4 hanya divaksin dengan vaksin
ND aktif dan ND inaktif. Uji tantang dengan virus IBD dilakukan pada hari ke-14,
terhadap kelompok K1 dan K3. Pada hari ke-28 dilakukan vaksinasi ulang ND
(booster) terhadap semua kelompok. Sampel yang diambil berupa darah untuk
pengukuran titer antibodi ND dan dilakukan pada hari ke-4 (antibodi maternal),
14, 21, 28 dan 42. Pengukuran titer antibodi ND dilakukan dengan uji
hemaglutinasi inhibisi, dan dianalisa menggunakan uji one-way ANOVA dengan
uji lanjut Duncan (α:0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi
imunosupresi pada kelompok yang ditantang dengan virus IBD (K1 dan K3).
Meskipun demikian, titer antibodi ND yang dihasilkan oleh kelompok yang
divaksin IBD-inaktif (K1) mampu memproduksi antibodi pada tingkat protektif
dengan nilai ≥ log 23 selama masa pengamatan. Berdasarkan hasil tersebut
disimpulkan bahwa vaksinasi IBD inaktif mampu melindungi ayam dari efek
imunosupresi akibat infeksi virus IBD. | id |