Pertumbuhan dan Produksi 9 Genotipe Kedelai di Kebun Percobaan Pasir Sarongge
Abstract
Rendahnya produktivitas kedelai dan dampak perubahan iklim
membutuhkan varietas toleran terhadap perubahan suhu dan berdaya hasil
tinggi. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak
(RKLT) dengan perlakuan tunggal yaitu 9 genotipe kedelai dari berbagai
negara. Penilitian ini bertujuan untuk melihat keragaan genotipe kedelai pada
lingkungan dataran tinggi kebun Percobaan Pasir Sarongge, IPB, Cianjur
(1230 meter di atas permukaan laut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
genotipe tropis memiliki umur yang lebih dalam bila dibandingkan dengan
umur genotipe subtropis. Genotipe Stressland, Fukuyutaka, Enrei, Hakubi,
dan Ht-2 memiliki umur berbunga yang paling cepat yaitu 35 hari setelah
tanam (HST). Genotipe tropis tersebut memiliki laju pertumbuhan yang
rendah bila dibandingkan genotipe subtropis. Hasil tersebut berdasarkan
peubah vegetatif yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat kering. Laju
pertumbuhan terbaik dengan keragaan tanaman terbaik terjadi pada genotipe
SC-1-8. Hasil panen menunjukkan bahwa produktivitas tanaman ditentukan
pertumbuhan pada fase vegetatif tanaman tersebut genotipe dengan
produktivitas terbaik yaitu genotipe SC-1-8. Hasil panen genotipe subtropis
lebih rendah daripada genotipe tropis disebabkan panjang hari yang lebih
pendek dan karakteristik kedelai yang responsif terhadap panjang hari.
