Show simple item record

dc.contributor.advisorMulatsih, Sri
dc.contributor.advisorAli, Khalifah Muhammad
dc.contributor.authorAdawiyah, Siti Rifa tul
dc.date.accessioned2023-09-26T08:59:17Z
dc.date.available2023-09-26T08:59:17Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125523
dc.description.abstractAktivitas penyaluran pembiayaan dihadapkan pada risiko terjadinya non performing financing (NPF). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pembiayaan yang disalurkan berdasarkan sektor ekonomi terhadap NPF BPRS. Metode analisis data menggunakan vector error correction dengan data bulanan Januari 2010 hingga Juni 2015. Hasil penelitian menemukan penyaluran pembiayaan berdasarkan sektor ekonomi pada BPRS di Indonesia mengalami peningkatan. Pada jangka panjang pembiayaan sektor ekonomi yang berpengaruh signifikan terhadap NPF BPRS adalah pembiayaan sektor pertambangan; sektor perindustrian; sektor listrik, gas dan air; sektor jasa dunia usaha; dan sektor jasa sosial/masyarakat. NPF BPRS akan merespon negatif guncangan yang terjadi pada pembiayaan sektor pertambangan; sektor perindustrian; serta sektor listrik, gas dan air. Guncangan yang terjadi pada pembiayaan sektor jasa dunia usaha dan sektor jasa sosial/masyarakat akan direspon positif oleh NPF BPRS. Berdasarkan hasil forecast error variance decomposition, variabel sektor yang membentuk keragaman pada NPF BPRS dengan kontribusi yang paling besar dijelaskan oleh sektor pertambangan dan sektor perindustrian.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEconomics and Management-Economics and Development Studiesid
dc.titlePengaruh pembiayaan sektor ekonomi terhadap non performing financing Bank Pembiayaan Rakyat Syariahid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordeconomic sectorsid
dc.subject.keywordfinancing, sharia rural banks (BPRS)id
dc.subject.keywordvector error correctionid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record