Show simple item record

dc.contributor.authorRachmawati, Dina
dc.date.accessioned2010-05-05T11:04:55Z
dc.date.available2010-05-05T11:04:55Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/12544
dc.description.abstractPencemaran udara merupakan salah satu masalah yang dihadapi berbagai kota. Salah satu gas pencemar udara yang dianggap berbahaya yaitu NO2(Nitrogen Dioksida). Metode ordinary kriging dan cokriging digunakan untuk menduga kadar NO2 dengan adanya pengaruh spasial. Arah mata angin atau sudut anisotropik yang berbeda yaitu dari arah utara (0o), timur laut (45o), timur (90o) dan tenggara (135o) dapat meningkatkan presisi pendugaan kadar NO2. Hasil interpolasi NO2 lalu dibandingkan antara metode ordinary kriging dan cokriging pada empat sudut anisotropik. Metode ordinary kriging dan cokriging pada empat sudut anisotropik dapat menduga kadar NO2 dengan cukup baik. Perbandingan hasil interpolasi NO2 berdasarkan nilai akar kuadrat tengah galat(RMSE) menunjukkan bahwa metode cokriging khususnya pada sudut anisotropik 1350 lebih baik daripada metode ordinary kriging. Kata kunci : anisotropik, cokriging, ordinary krigingid
dc.titlePendugaan Kadar NO2 dengan Metode Ordinary Kriging dan Cokriging (Studi Kasus : Pencemaran Udara di Kota Bogor).id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record