| dc.description.abstract | Limbah industri tekstil secara fisik terlihat keruh, berwarna, berbau, kadang-kadang
panas, dan berbusa, sehingga dari segi keindahan dipandang kurang baik. Air limbah
industri tekstil mengandung berbagai jenis bahan organik dan anorganik. Hal ini
ditunjukkan oleh tingginya nilai pH, padatan tersuspensi, kebutuhan oksigen kimia,
kebutuhan oksigen biologi, serta bahan beracun berupa senyawa fenol, dan logam berat
yang dapat menurunkan daya guna badan air penerima. Dalam penelitian ini limbah diuji
dengan proses koagulasi dan untuk menentukan kondisi optimum menggunakan koagulan
polialuminium klorida (PAC) dan FeSO4. Limbah tekstil yang digunakan berasal dari
pabrik tekstil yang ada di Bogor. Koagulasi yang dilakukan menggunakan kombinasi pH
8, 9, 10, konsentrasi FeSO4 200, 300, 400 mg/L, dan PAC 600, 700, 800 mg/L. Parameter
yang diujikan adalah warna, kebutuhan oksigen kimia, total padatan tersuspensi,
kromium total, dan daya hantar listrik. Dari hasil pengujian tersebut, kombinasi yang
cenderung mengalami penurunan cukup besar adalah kombinasi pH 8, konsentrasi FeSO4
200 mg/L, dan PAC 600 mg/L. | id |