Show simple item record

dc.contributor.advisorNidyantoro, Nidyantoro
dc.contributor.authorMaulani, Listya Tyagita
dc.date.accessioned2023-09-21T02:15:10Z
dc.date.available2023-09-21T02:15:10Z
dc.date.issued2011
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125169
dc.description.abstractSistem usahatani konservasi salah satunya diterapkan oleh petani di Desa Kopo Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Pada kenyataannya masih ada sebagian petani yang tidak menerapkan sistem usahatani yang tidak berkelanjutan/ non-konservasi sehingga menyebabkan usaha konservasi tanah dan air menjadi tidak optimal. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki empat tujuan terkait dengan penerapan usahatani konservasi dan non konservasi. Tujuan pertama adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi petani untuk menerapkan sistem usahatani konservasi dengan menggunakan regresi logistik. Tujuan kedua adalah mengestimasi pendapatan usahatani konservasi dan non konservasi dengan analisis pendapatan usahatani dan nilai Net Present Value (NPV). Tujuan ketiga adalah menganalisis tingkat kesejahteraan petani konservasi dan non konservasi dengan kriteria Sajogyo dan UMR. Tujuan keempat adalah mengkaji kelayakan sistem usahatani konservasi dengan tiga kriteria kelayakan. Tujuan kelima adalah mengetahui persepsi penerapan usahatani konservasi dan non konservasi terhadap lingkungan dengan analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari beberapa tujuan penelitian adalah faktor-faktor yang secara nyata mempengaruhi keputusan petani dalam menerapkan sistem usahatani konservasi adalah luas lahan dan pendapatan pada taraf α 5 persen. Sedangkan, Variabel yang tidak signifikan adalah pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan pengalaman usahatani. Pendapatan usahatani konservasi dan non konservasi selama 10 tahun dapat dilihat dari nilai NPV masing-masing sistem. Dari NPV yang dihasilkan sistem usahatani konservasi dengan atau tanpa tanaman kayu dan non kayu masih lebih menguntungkan dibandingkan dengan sistem usahatani non konservasi. Walaupun pendapatan usahatani komoditas sayuran nilainya tidak jauh berbeda dengan pendapatan usahatani non konservasi. Petani konservasi berada di atas garis kemiskinan dan berada pada taraf hidup yang sejahtera, sedangkan petani non konservasi berada di bawah garis kemiskinan dan berada pada taraf hidup yang tidak sejahtera berdasarkan kriteria tingkat konsumsi beras menurut Sajogyo dan kriteria UMR wilayah. Usahatani konservasi layak untuk dijalankan hal ini terbukti dari kriteria kelayakan (NPV, Net B/C dan IRR) yang terpenuhi. Usahatani konservasi dan non konservasi juga berdampak terhadap lingkungan sekitar. Usahatani konservasi memiliki dampak yang positif terhadap lingkungan yang dapat dilihat dari manfaat pohon cengkeh, sengon, dan pala yang ditanam oleh petani konservasi. Selain itu, teras bangku dengan pola tanam sejajar kontur yang diterapkan oleh petani konservasi memiliki pengaruh positif terhadap upaya pencegahan laju erosi pada lahan miring. Sedangkan, sistem usahatani non konservasi lebih memberikan pengaruh yang negatif terhadap lingkungan. Pola tanam sejajar lereng serta penggunaan pupuk kimia yang lebih banyak akan menurunkan kadar zat hara dan air di dalam tanah. Dalam jangka panjang hal ini dapat menurunkan kesuburan tanah dan mencemari lingkungan. Beberapa hal yang disarankan untuk meningkatkan kesadaran petani akan perlunya usaha konservasi tanah dan air di lereng miring adalah dengan meningkatkan sosialisasi tentang usahatani konservasi dengan penyuluhanpenyuluhan, diterapkannya kebijakan konsolidasi lahan, serta partisipasi pemerintah dalam pembiayaan investasi. Hal ini juga perlu didukung oleh kordinasi yang baik antara pihak-pihak dan dinas-dinas yang terkait dan petani agar sistem usahatani konservasi dapat diterapkan oleh semua petani di daratan tinggi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcEconomics and management - Resources and envoronmentalid
dc.titleAnalisis Perbandingan Sistem Usahatani Konservasi dan Non Konservasi terhadap Pendapatan Petani, Kesejahteraan, dan Lingkungan (Studi Kasus Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor).id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordFarming systemid
dc.subject.keywordNet Present Valueid
dc.subject.keywordNet B/Cid
dc.subject.keywordIRRid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record