View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Induksi tunas adventif pada steak batang jarak pagar (Jatropha curcas L.) secara on vitro

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (615.0Kb)
      Date
      2010
      Author
      An-nisa, Nina Sari
      Miftahudin
      Ratnadewi, Diah
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Jarak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan tanaman penghasil biodiesel masa depan. Ketika permintaan bibit jarak pagar melebihi ketersediaan benih, maka langkah perbanyakan bibit secara massal melalui kultur jaringan sangat diperlukan. Salah satu tahapan perbanyakan bibit melalui kultur jaringan adalah inisiasi tunas adventif yang merupakan alternatif teknik perbanyakan ini. Akan tetapi tingkat keberhasilan perbanyakan jarak pagar melalui kultur jaringan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari media dengan kombinasi zat pengatur tumbuh yang paling efektif untuk induksi tunas adventif pada stek ruas batang tanaman jarak pagar secara in vitro. Percobaan terdiri atas dua tahap percobaan dengan berbagai media sebagai perlakuan. Tahap pertama adalah tahap inisiasi dan multiplikasi tunas adventif yang terdiri dari dua percobaan yaitu percobaan pertama dengan media WPM+IAA (0-0,1 mg/l)+BAP (0-0,8 mg/l) dan percobaan kedua dengan media WPM+IAA (0,1 mg/l)+BAP (0,5 mg/l)+TDZ (0-1 mg/l). Tahap kedua adalah tahap perakaran dengan media WPM+IAA (0-1 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi IAA 0,01 mg/l dan BAP 0,5 mg/l dapat menginduksi tunas adventif tak langsung dengan persentase paling tinggi yaitu 50 %, kombinasi IAA 0,01 mg/l dan BAP 0,1 mg/l dapat menginduksi tunas langsung terbanyak meskipun hanya dari 20 % kultur, sedangkan penambahan TDZ tidak dapat mendinduksi tunas adventif sama sekali, namun pembentukan kalus justru intensif. Pada tahap perakaran hanya satu kultur yang berakar yang ditumbuhkan pada media dengan IAA 0,5 mg/l.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125082
      Collections
      • UT - Biology [2400]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository