| dc.description.abstract | Kulit durian adalah biomassa dari limbah pertanian dengan komposisi selulosa, lignin, dan protein, dapat dijadikan sebagai sumber karbon dot (C-Dot). C–dot merupakan material yang termasuk ke dalam kelas nanopartikel dimensi 0 (zero dimensional). Penelitian ini bertujuan menyintesis C-dot dari duri, serat, dan daging buah durian menggunakan metode hidrotermal dan mikrogelombang. Nanopartikel C-Dot disintesis dengan tambahan dan tanpa tambahan urea. Rendemen C-Dot dari duri, serat, dan daging durian menggunakan metode hidrotermal dengan tambahan urea berturut-turut adalah 3.71%, 3.40%, 6.21%, dan tanpa tambahan urea berturut-turut adalah 2.98%, 2.90%, 4.78%. Rendemen C-Dot dari metode mikrogelombang dengan tambahan urea berturut-turut 14.30%, 13.40%, 16.63%, dan tanpa tambahan urea adalah 1.41%; 1.38%; 3,17%. C-Dot yang dihasilkan berwarna hitam. Tambahan urea dapat meningkatkan kelarutan, dan intensitas pendaran C-Dot. Spektrum inframerah menunjukkan keberadaan gugus karboksil dan amina untuk sampel C-Dot dari serat dengan tambahan urea. Karakterisasi dengan SEM EDX menunjukkan komposisi C-Dot, dengan 34,77% C dan 43,95% N. C-Dot terbaik berdasarkan intensitas pendaran diperoleh dari serat kulit buah durian. | id |