Show simple item record

dc.contributor.advisorSoviana, Susi
dc.contributor.advisorSupriyono, Supriyono
dc.contributor.authorKhairana, Andi Atikah
dc.date.accessioned2023-09-03T02:27:44Z
dc.date.available2023-09-03T02:27:44Z
dc.date.issued2023-09-01
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124503
dc.description.abstractPengolahan ikan asin yang dilakukan secara tradisional dengan penjemuran di ruang terbuka menyebabkan banyak serangga yang hinggap dan menimbulkan kontaminasi. Selain itu infestasi serangga pada ikan asin menyebabkan kerusakan produk sehingga memicu kebiasaan nelayan untuk menambahkan pestisida pada ikan asin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi keragaman jenis serangga pengganggu pada pengolahan ikan asin, mengukur kelimpahan nisbi, dominasi keragaman jenis serangga dan mengkaji praktik penggunaan pestisida pada pengolahan ikan asin di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2022 sampai Januari 2023. Koleksi sampel menggunakan tangguk serangga untuk serangga terbang pada tahap penjemuran ikan asin. Koleksi dilakukan dengan mengayunkan ke arah serangga yang terbang atau menyapukan ke objek tempat hinggapnya serangga. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pukul 09.00-10.00 WITA, pukul 12.00-13.00 WITA dan pukul 15.00-16.00 WITA. Koleksi secara manual dilakukan untuk mengumpulkan tungau dari permukaan ikan menggunakan pinset atau kapas bertangkai, dilakukan pada pagi hari selama 30 menit. Serangga terbang yang ditemukan pada proses penjemuran ikan asin adalah 2 spesies dari famili Calliphoridae yaitu Chrysomya megacephala dan C. rufifacies, 2 spesies dari famili Muscidae yakni Musca domestica dan M. conducens serta satu famili Sarcophagidae yakni Sarcophaga haemorrhoidalis. Selain itu, ditemukan juga tungau jenis Lardoglypus sp. Kelimpahan nisbi tertinggi adalah C. megacephala (51,12%) diikuti M. domestica (31,83%), M. conducens (6,27%) C. rufifacies (5,85%), dan S. haemorrhoidalis (4,93%). Hasil wawancara terhadap 20 responden, menunjukkan bahwa kendala yang sering dihadapi yaitu 20% responden menyatakan faktor cuaca; terjadinya hujan dapat memperpanjang waktu penjemuran. Sedangkan 80% kendala lainnya yaitu infestasi serangga. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengendalikan infestasi lalat pada ikan asin yaitu sebagian besar responden hanya menggunakan garam (80%), sebanyak 15% responden menambahkan cuka, dan 5% responden menggunakan kunyit yang dibalur pada ikan. Proses pengolahan ikan asin di Kabupaten Barru tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan pestisida. Pemberian kadar garam yang tinggi dan kualitas garam yang baik, menurunkan infestasi serangga.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKeragaman Jenis Serangga Pengganggu, Prevalensi dan Perilaku Penggunaan Pestisida pada Pengolahan Ikan Asin di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan.id
dc.title.alternativeDiversity of Pest, Prevalence and The Behavior of Using Pesticides in The Processing of Salted Fish in Barru Regency, South Sulawesi.id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordfliesid
dc.subject.keywordinsects pestid
dc.subject.keywordmiteid
dc.subject.keywordpesticidesid
dc.subject.keywordsalted fishid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record