Keragaman Jenis Serangga Pengganggu, Prevalensi dan Perilaku Penggunaan Pestisida pada Pengolahan Ikan Asin di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan.
Date
2023-09-01Author
Khairana, Andi Atikah
Soviana, Susi
Supriyono, Supriyono
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengolahan ikan asin yang dilakukan secara tradisional dengan penjemuran di ruang terbuka menyebabkan banyak serangga yang hinggap dan menimbulkan kontaminasi. Selain itu infestasi serangga pada ikan asin menyebabkan kerusakan produk sehingga memicu kebiasaan nelayan untuk menambahkan pestisida pada ikan asin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi keragaman jenis serangga pengganggu pada pengolahan ikan asin, mengukur kelimpahan nisbi, dominasi keragaman jenis serangga dan mengkaji praktik penggunaan pestisida pada pengolahan ikan asin di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2022 sampai Januari 2023. Koleksi sampel menggunakan tangguk serangga untuk serangga terbang pada tahap penjemuran ikan asin. Koleksi dilakukan dengan mengayunkan ke arah serangga yang terbang atau menyapukan ke objek tempat hinggapnya serangga. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pukul 09.00-10.00 WITA, pukul 12.00-13.00 WITA dan pukul 15.00-16.00 WITA. Koleksi secara manual dilakukan untuk mengumpulkan tungau dari permukaan ikan menggunakan pinset atau kapas bertangkai, dilakukan pada pagi hari selama 30 menit. Serangga terbang yang ditemukan pada proses penjemuran ikan asin adalah 2 spesies dari famili Calliphoridae yaitu Chrysomya megacephala dan C. rufifacies, 2 spesies dari famili Muscidae yakni Musca domestica dan M. conducens serta satu famili Sarcophagidae yakni Sarcophaga haemorrhoidalis. Selain itu, ditemukan juga tungau jenis Lardoglypus sp. Kelimpahan nisbi tertinggi adalah C. megacephala (51,12%) diikuti M. domestica (31,83%), M. conducens (6,27%) C. rufifacies (5,85%), dan S. haemorrhoidalis (4,93%). Hasil wawancara terhadap 20 responden, menunjukkan bahwa kendala yang sering dihadapi yaitu 20% responden menyatakan faktor cuaca; terjadinya hujan dapat memperpanjang waktu penjemuran. Sedangkan 80% kendala lainnya yaitu infestasi serangga. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengendalikan infestasi lalat pada ikan asin yaitu sebagian besar responden hanya menggunakan garam (80%), sebanyak 15% responden menambahkan cuka, dan 5% responden menggunakan kunyit yang dibalur pada ikan. Proses pengolahan ikan asin di Kabupaten Barru tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan pestisida. Pemberian kadar garam yang tinggi dan kualitas garam yang baik, menurunkan infestasi serangga.
Collections
- MT - Veterinary Science [974]
