Show simple item record

dc.contributor.advisorSugiarti, Sri
dc.contributor.advisorDarmawan, Noviyan
dc.contributor.authorAfriani, Widia
dc.date.accessioned2023-08-28T08:02:56Z
dc.date.available2023-08-28T08:02:56Z
dc.date.issued2019
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124397
dc.description.abstractNanopartikel karbon (C-dot) merupakan nanomaterial berfluoresens yang berukuran kurang dari 10 nm. C-dot dapat disintesis dari berbagai bahan yang memiliki kandungan karbon yang tinggi, seperti limbah kelapa sawit. Untuk meningkatkan fluoresensi C-dot dapat ditambahkan urea sebagai agen pasivasi. Penelitian ini bertujuan menyintesis dan mencirikan C-dot dari limbah padat kelapa sawit, yaitu bungkil, tandan kosong, dan cangkang dengan tambahan dan tanpa tambahan urea menggunakan metode hidrotermal dan mikrogelombang. Hasilnya menunjukkan bahwa sintesis C-dot menggunakan metode hidrotermal lebih baik daripada mikrogelombang dan tambahan urea meningkatkan intensitas pendaran C-dot. Puncak emisi maksimum yang dihasilkan C-dot dari bungkil tanpa dan dengan tambahan urea berturut-turut adalah 505 nm dan 503 nm untuk metode hidrotermal, serta 512 nm dan 511 nm untuk metode mikrogelombang. Jadi, bungkil sawit merupakan sumber C-dot terbaik. Spektrum infra-merah menunjukkan keberadaan gugus fungsi –OH, N-H, C=O, C-H, dan CH2 pada permukaan C-dot. Analisis menggunakan mikroskop elektron payaran energi dispersif sinar-X menunjukkan kandungan unsur C, N, O, Si, dan S.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcChemistryid
dc.titleSintesis Nanopartikel Karbon dari Limbah Padat Kelapa Sawit Secara Hidrotermal dan Mikrogelombangid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordC-dotid
dc.subject.keywordfluorescentid
dc.subject.keywordhydrothermalid
dc.subject.keywordmicrowaveid
dc.subject.keywordpalm oil wasteid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record