ANALISIS KEBERLANJUTAN BUDIDAYA BANDENG SISTEM KERAMBA JARING TANCAP DI AREA TAMBAK (Studi Kasus: Desa Api-Api, Wonokerto, Pekalongan)
Abstract
Desa Api-Api memiliki potensi sumberdaya perikanan, khususnya perikanan
budidaya bandeng. Tetapi budidaya bandeng mengalami kendala dan tantangan
akibat bencana air rob laut. Petambak tetap memanfaatkan potensi yang ada dengan
budidaya sistem keramba jaring tancap. Tujuan penelitian ini adalah (1)
menganalisis kelayakan finansial usaha budidaya bandeng sistem keramba jaring
tancap, (2) menganalisis keberlanjutan usaha tambak budidaya bandeng sistem
keramba jaring tancap di Desa Api-Api Kecamatan Wonokerto Kabupaten
Pekalongan. Metode pengambilan data yang digunakan yaitu dengan wawancara
langsung dengan 30 petambak dan key person (tokoh petambak bandeng, kepala
desa Api-Api, serta penyuluh Dinas Perikanan Kabupaten Pekalongan. Sedangkan
alat analisis yang digunakan yaitu analisis kelayakan finansial (NPV, Net B/C, IRR,
PP) dan analisis keberlanjutan dengan RAPFISH. Hasil analisis kelayakan finansial
menunjukan nilai NPV sebesar Rp. 71.838.127,23, Net B/C sebesar 1,64, IRR
sebesar 15,33% dan Payback Periode sebesar 2 tahun 7 bulan 17 hari, sehingga
budidaya bandeng sistem KJT di Desa Api-Api layak untuk dilaksanakan. Analisis
keberlanjutan menggunakan RAPFISH menunjukkan budidaya bandeng pada
dimensi ekologi dengan indeks sebesar 42,13 status kurang berkelanjutan, dimensi
ekonomi dengan indeks sebesar 58,67 status cukup berkelanjutan, dan dimensi
sosial dengan nilai indeks sebesar 44,76 status kurang berkelanjutan. Atribut yang
berpengaruh pada budidaya bandeng sistem KJT antara lain: serangan penyakit ikan
bandeng, frekuensi banjir rob, kemudahan penjualan ikan bandeng, lembaga
permodalan, serta perkembangan jumlah petambak. Budidaya bandeng sistem
keramba jaring tancap di Desa Api-Api layak untuk dilaksanakan, namun terdapat
resiko yang tinggi dan harus dipertimbangkan oleh petambak.
