Analisis Water Footprint Sistem Pocket Fertigation untuk Budidaya Tanaman Hortikultura di Lahan Terbuka
Abstract
Masalah efisiensi air masih menjadi isu penting dalam pertanian yang dapat direpresentasikan dengan indikator water footprint. Penghematan air dapat dilakukan dengan pengaplikasin sistem irigasi bawah permukaan, salah satunya sistem pocket fertigation. Tujuan penelitian ini menganalisis water footprint pada sistem pocket fertigation dengan berbagai skenario. Penelitian ini dilakukan di Kinjiro Farm pada waktu Maret – Juni 2023. Keempat skenario meliputi IK1 yang merupakan irigasi konvensional dengan irigasi satu kali evaporasi, IK2 yang merupakan irigasi konvensional dengan irigasi dua kali evaporasi, PF1 yang merupakan pocket fertigation dengan irigasi satu kali evaporasi, dan PF2 yang merupakan pocket fertigation dengan irigasi dua kali evaporasi, Hasil panen terbaik ditunjukkan PF1 dengan rata-rata produksi 13,38 ton/ha. Nilai water footprint terendah terjadi pada PF1 sebesar 540,37 m3/ton. Skenario PF2, IK1, dan IK2 memiliki water footprint berturut-turut 24%, 27%, dan 51% lebih besar dari water footprint PF1. PF1 menjadi skenario terbaik dikarenakan pemberian air yang langsung menuju perakaran dan jumlah irigasi mendekati kebutuhan air tanaman.
