Analisis Pemanfaatan Optimal Lobster di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Abstract
Lobster merupakan sumberdaya yang bernilai ekonomi tinggi. Lobster hidup di daerah berkarang yang dapat ditemukan tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Aktivitas penangkapan lobster berlebih, hasil tangkapan yang tidak layak tangkap, dan penangkapan benur lobster mengancam keberlanjutan sumberdaya. Potensi dan ancaman sumberdaya lobster memerlukan pengelolaan yang mempertimbangkan kondisi ekologi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi biologi hasil tangkapan, menganalisis tingkat pemanfaatan optimal, menganalisis kelayakan finansial usaha, dan menyusun strategi pengelolaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu distribusi frekuensi, hubungan panjang karapas-berat lobster, hasil tangkapan per upaya, bioekonomi spasial, dan kelayakan finansial usaha. Hasil penelitian menunjukkan jenis lobster pasir paling banyak ditangkap. Sebanyak 37,06% tangkapan tidak sesuai Permen KP No. 16/2022. Alokasi upaya penangkapan berbeda setiap musimnya di setiap daerah pendaratan menuju ke daerah penangkapan tertentu dengan yang terbesar ada di daerah pendaratan Ujunggenteng menuju daerah penangkapan Ujunggenteng. Usaha penangkapan nelayan kapal fiberglass, kayu, maupun nelayan ban layak dijalankan berdasarkan kriteria NPV, BCR, dan payback period, serta analisis sensitivitas. Strategi pengelolaan yang dapat diterapkan adalah pengaturan ukuran dan pengawasan hasil tangkapan, pengaturan lokasi, musim, dan kuota penangkapan didasarkan pada potensi sumberdaya, pelarangan penangkapan dan distribusi benur lobster, dan pengembangan budidaya lobster di Kabupaten Sukabumi.

