Show simple item record

dc.contributor.advisorRahardiantoro, Septian
dc.contributor.advisorMasjkur, Mohammad
dc.contributor.authorMutaqin, Ahdan Darul
dc.date.accessioned2023-08-09T04:26:08Z
dc.date.available2023-08-09T04:26:08Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123321
dc.description.abstractPemerataan pembangunan dari perspektif gender perlu diperhatikan. Berdasarkan data World Economic Forum (WEF), kesetaraan gender di Indonesia mengalami peningkatan. Meski begitu, Pulau Papua masih sangat rendah kesetaraan gendernya. Terlihat pada Indeks Pembangunan Gender (IPG) dari Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat kesenjangan yang cukup jauh antara IPG Pulau Papua dengan Nasional. IPG adalah perbandingan antara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk Laki-laki dan Perempuan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan IPG, IPM Lakilaki, dan IPM Perempuan berdasarkan wilayah dengan metode penggerombolan spasial pada tahun 2022. Salah satu metode analisis yang dapat mengatasi kondisi tersebut adalah Generalized LASSO. Generalized LASSO dapat digunakan pada data yang hanya memiliki peubah respon (y) untuk penggerombolan. Penggerombolan Generalized LASSO menggunakan matriks penalti D. Pembentukan matriks D dibentuk dengan memberi nilai -1 dan 1 untuk wilayah yang bersinggungan atau berdekatan serta nilai 0 untuk wilayah lainnya. Penggerombolan terbaik untuk IPG menggunakan KNN dengan K = 3 dan banyaknya gerombol yang terbentuk adalah 2 gerombol. Penggerombolan terbaik untuk IPM Laki-laki menggunakan KNN dengan K = 2 dan banyaknya gerombol yang terbentuk adalah 8 gerombol. Penggerombolan terbaik untuk IPM Perempuan menggunakan KNN dengan K = 2 dan benyaknya gerombol yang terbentuk adalah 10 gerombol.id
dc.description.abstractEquitable development from a gender perspective needs attention. Based on data from the World Economic Forum (WEF), gender equality in Indonesia has increased. Even so, the island of Papua is still very low on gender equality. It can be seen from the Gender Development Index (IPG) from the Central Bureau of Statistics (BPS), there is a considerable gap between the Papua Island IPG and the National. IPG is a comparison between the Human Development Index (IPM) for Men and Women. Based on these conditions, this study aims to classify GPI, Male IPM, and Female IPM by region using the spatial clustering method in 2022. One of the analytical methods that can overcome these conditions is Generalized LASSO. Generalized LASSO can be used on data that only has a response variable (y) for clustering. Generalized LASSO clustering uses a penalty matrix D. The formation of the D matrix is formed by giving values -1 and 1 for areas that intersect or are adjacent and a value of 0 for other areas. The best clustering for IPG uses KNN with K = 3 and the number of clusters formed is 2 clusters. The best clustering for male HDI uses KNN with K = 2 and the number of clusters formed is 8. The best clustering for female HDI uses KNN with K = 2 and the number of clusters formed is 10 clusters.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePenggerombolan Spasial Menggunakan Generalized LASSO pada Indeks Pembangunan Gender dan Manusia di Pulau Papua Tahun 2022id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordGeneralized LASSOid
dc.subject.keywordIndeks Pembangunan Genderid
dc.subject.keywordIndeks Pembangunan Manusiaid
dc.subject.keywordPulau Papuaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record