Show simple item record

dc.contributor.advisorKurniawati, Ani
dc.contributor.advisorYahya, Sudirman
dc.contributor.authorEdvanido, Hijrianto
dc.date.accessioned2023-08-08T14:20:52Z
dc.date.available2023-08-08T14:20:52Z
dc.date.issued2023-08-07
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123300
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu negara yang memiliki areal kebun kelapa sawit terluas di dunia. Jarak tanam yang jauh antar satu tanaman dengan tanaman lainnya menyebabkan adanya ruang lahan di antara tanaman kelapa sawit yang memungkinkan untuk ditanami. Tanaman yang sudah menghasilkan, masih sulit dilakukan penanaman di sela-sela kelapa sawit karena memiliki tingkat naungan yang tinggi. Tanaman rempah-rempah seperti jahe merah, kunyit, dan kapulaga merupakan contoh tanaman tumpangsari di bawah naungan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya adaptasi tanaman jahe merah, kunyit, dan kapulaga di bawah tegakan naungan kelapa sawit pada umur yang berbeda Penelitian dilaksanakan di Kebun Kelapa Sawit Rakyat KM 64, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, dengan ketinggian tempat ± 25 m dpl pada bulan Februari 2021 sampai November 2021. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan umur tegakan kelapa sawit sebagai petak utama dan tiga jenis rempah sebagai anak petak, percobaan diulang sebanyak 3 ulangan sehingga terdapat 45 satuan percobaan. Data tingkat naungan pada masing-masing umur tegakan kelapa sawit yaitu tanpa tegakan 0%, Tegakan kelapa sawit umur 5 tahun 58,99%, 10 tahun 66,79%, 15 tahun 68,89% dan 20 tahun 70,98%. Berdasarkan produksi rimpang per tanaman, jahe merah dan kunyit telah mencapai tingkat kriteria adaptasi 60% dari kontrol atau di luar tumbuhan bawah tegakan kelapa sawit. Terdapat korelasi yang kuat antara jumlah anakan dan jumlah daun pada kedua spesies tersebut. Dengan demikian tanaman jahe merah dan kunyit dapat digunakan sebagai tanaman sela pada umur tegakan 5 dan 15 tahun. Berdasarkan respon karakteristik pertumbuhannya, kapulaga dianggap sebagai tanaman yang dapat beradaptasi di bawah tegakan kelapa sawit. Kapulaga mampu beradaptasi dengan baik berdasarkan karakter pertumbuhannya pada masing masing umur tegakan naungan kelapa sawit. Naungan tegakan kelapa sawit tidak berpengaruh terhadap jumlah stomata tanaman kunyit dan kapulaga tetapi berpengaruh nyata terhadap penurunan jumlah stomata jahe merah di bawah tegakan naungan kelapa sawit. Analisis vegetasi memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan tumbuhan yang ditemukan pada masing-masing umur tegakan kelapa sawit. Naungan yang semakin meningkat menyebabkan tumbuhan di bawah tegakan akan semakin sedikit dikarenakan tingkat naungan yang tinggi menyebabkan tanaman yang tidak tahan naungan sulit untuk tumbuh. Persentase oleoresin jahe merah dan kunyit meningkat pada rimpang di bawah naungan kelapa sawit umur 10 tahun untuk jahe merah dan 20 tahun pada kunyit. Naungan kelapa sawit dapat meningkatkan kadar senyawa gingerol pada jahe merah dan curlone pada kunyit.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titleUji adaptasi tiga jenis tanaman rempah di bawah tegakan naungan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.)id
dc.title.alternativeAdaptation test of three types of spice under stands of oil palm (Elaeis guineensis Jacq.)id
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordjahe merahid
dc.subject.keywordkapulagaid
dc.subject.keywordkunyitid
dc.subject.keywordoleoresinid
dc.subject.keywordprofil metabolitid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record