Show simple item record

dc.contributor.advisorDamar, Ario
dc.contributor.advisorKurnia, Rahmat
dc.contributor.authorIshak, Mursalin
dc.date.accessioned2023-08-08T08:11:30Z
dc.date.available2023-08-08T08:11:30Z
dc.date.issued2023-08-07
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123255
dc.description.abstractKima merupakan jenis hewan moluska raksasa yang hidup di habitat dengan cara berdiam diri dan ditemukan di perairan laut dangkal hingga kedalaman 20 meter, terutama di lingkungan terumbu karang dan padang lamun. Eksploitasi kima dilakukan untuk memenuhi kebutuhan protein, bahan souvenir, dan hiasan aquarium. Pemanfaatan kima yang dilakukan nelayan menyebabkan ketersediaannya di alam mengalami ancaman kepunahan. Eksploitasi Kima yang berlebihan menempatkan kima sebagai salah satu jenis biota laut yang harus diperhatikan kelangsungan hidupnya. Pemerintah Indonesiaasejak tahun 1987 sudah melindungi melalui Pengumuman MenteriiKelautannNo. 12/Kpts/II/1987 dan diundangkan melalui undang-undang No. 77Tahun 1999. Penelitian ini dilaksanakan di Halmahera Tengah, yaitu Pulau Sayafi, Pulau Liwo, dan teluk Patani pada November hingga Desember 2022. Pengamatan dilakukan dengan snorkeling sambal menghitung jumlah kima yang ditemukan pada setiap stasiun. Pengukuran parameter fisika-kimawi dilakukan disetiap lokasi pengamatan kima. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampel dengan alat bantu belt transek. Analisis data menggunakan analisis kerapatan relatif, kepadatan, indeks morisita, hirarki klaster menggunakan algoritma k-means, dan analisis regresi linear berganda. Analisis menunjukkan nilai kepadatan relatif kima tertinggi adalah jenis kima Tridacna crocea sebesar 46.55% pada stasiun 2 di Pulau Liwo dan terendah Tridacna squamosa sebesar 6.90%. Kepadatan di Pulau Sayafi tertinggi adalah Tridacna maxima sebesar 44.90%, kepadatan terendah jenis kima Hippopus hipopus sebesar 6.25%. Kepadatan di Teluk Patani tertinggi jenis Tridacna maxima sebesar 0.60% dan terendah Tridacna squamosa. Jenis kima Hippopus hippopus tidak ditemukan pada setiap stasiun pengamatan. Kepadatan jenis tertinggi di Pulau Liwo yaitu pada jenis Tridacna crocea sebesar 180 ind/ha dan terendah Tridacna squamosa sebesar 0.0267 ind/ha. Nilai kepadatan jenis tertinggi di Pulau Sayafi yaitu Tridacna maxima sebesar 0.147 ind/ha dan terendah Hippopus hippopus sebesar 0.013 ind/ha. Kepadatan jenis Teluk Patani Tridacna maxima sebesar 26 ind/ha dan terendah yaitu jenis kima Tridacna squamosa. Jenis kima Hippopus hippopus tidak ditemukan dilokasi pengamtan. Pola distribusi secara keseluruhan mengelompok. Distribusi secara mengelompok disebabkan karena sifat spesies bergerombol atau adanya kesamaan habitat dan ketersediaan makanan. Terdapat 2 klaster yaitu klaster Teluk Patani dan klaster Pulau (Liwo-Sayafi). Hasil regresi linear menunjukkan bahwa suhu, pH, dan kecerahan sangat berpengaruh signifikan terhadap kelimpahan sedangkan kedalaman dan salinitas tidak berpengaruh secara signifikanid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB UNIVERSITYid
dc.titleStudi Bioekologi Komunitas Kima (Tridacna sp.), Di Halmahera Tengahid
dc.title.alternativeGiant Clams (Tridacna sp.) Community Bioecology Studies in, Central Halmahera regencyid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordKomunitas Kima, Bioekologi, Halmahera Tengahid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record