Show simple item record

dc.contributor.advisorMubarik, Nisa Rachmania
dc.contributor.advisorRahayuningsih, Mulyorini
dc.contributor.authorNingtyas, Ninda
dc.date.accessioned2023-08-02T07:58:19Z
dc.date.available2023-08-02T07:58:19Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/122972
dc.description.abstractEnzim merupakan salah satu produk bioteknologi yang potensial dan akan banyak dimanfaatkan untuk berbagai industri seperti pertanian, pangan, kertas, kertas, tekstil, deterjen dan obat-obatan. Produksi dan perdagangan enzim didominasi oleh kelompok enzim hidrolitik, seperti lipase, protease, katalase, dan amilase. Amilase merupakan salah satu enzim yang paling penting dalam bidang bioteknologi, terhitung dengan produksi amilase yang menyumbang sekitar 25-33% dari produksi enzim di seluruh dunia. Amilase adalah salah satu enzim industri yang sangat umum digunakan untuk menghidrolisis molekul pati menjadi produk sederhana seperti dekstrin, maltosa, glukosa, dan maltotriosa. Oleh karena itu dibutuhkan enzim amilase yang dapat dihasilkan dari bakteri untuk menghasilkan amilase dengan baik serta lebih hemat biaya dengan memanfaatkan limbah rumah tangga salah satunya ialah kulit buah-buahan yang diolah menjadi ekoenzim. Penelitian ini bertujuan menyeleksi bakteri amilolitik yang diisolasi dari ekoenzim, melakukan pemurnian parsial karakterisasi aktivitas enzim amilase, dan identifikasi dari isolat bakteri terpilih. Penapisan bakteri amilolitik dilakukan terhadap 26 isolat bakteri pada media pati. Isolat bakteri amilolitik potensial selanjutnya diamati waktu pertumbuhan dalam memproduksi enzim amilase. Ekstrak kasar enzim dimurnikan dengan fraksinasi amonium sulfat. Fraksi enzim dengan aktivitas tertinggi dikarakterisasi berdasarkan pH dan suhu optimum. Isolat penghasil enzim amilase terpilih diidentifikasi berdasarkan gen 16S rRNA. Isolat bakteri PKL2 menunjukkan aktivitas amilase terbaik yang berhasil ditapis dari 26 isolat bakteri asal ekoenzim dengan nilai indeks amilolitik terbesar yaitu 1,77. Isolat ini tidak dapat melisis sel darah merah, sehingga bukan berpotensi sebagai patogen. Aktivitas amilase PKL2 optimum pada suhu 50ºC dan pH 7,0. Hasil pengendapan enzim dengan 60 % amonium sulfat mampu meningkatkan aktivitas amilase hingga 1,82 kali dari enzim ekstrak kasarnya. Berdasarkan hasil identifikasi spesies menggunakan gen 16S rRNA, menunjukkan isolat PKL2 memiliki kemiripan dengan spesies Bacillus amyloliquefaciens.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePenapisan dan Karakterisasi Amilase dari Bakteri Asal Ekoenzimid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordAmylase activityid
dc.subject.keywordBacillus amyloliquefaciensid
dc.subject.keywordeco-enzymeid
dc.subject.keywordoptimum pHid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record