Pertumbuhan tanaman telang ( Clitoria ternatea) pada komposisi media dan taraf naungan yang berbeda
Date
2023Author
Romdoni, Rizki Romdoni
Megayani, Sri Rahayu
Widodo, Winarso Drajad
Metadata
Show full item recordAbstract
Bunga telang merupakan tanaman leguminosae yang dikenal memiliki
bunga berwarna biru yang mengandung antosianin yang berkhasiat untuk manusia.
Bunga telang dapat diolah menjadi minuman kesehatan, pewarna makanan, hingga
menjadi tanaman obat. Bunga telang dapat tumbuh pada berbagai kondisi yaitu pada
kondisi dataran tinggi maupun dataran rendah. Banyaknya manfaat yang dimiliki
bunga telang maka diperlukan penelitian untuk mengetahui cara memproduksi
tanaman dengan hasil yang terbaik. Penelitian bertujuan mempelajari respon
pertumbuhan dan hasil produksi bunga pada kondisi taraf naungan dan komposisi
yang berbeda. Penelitian dilakukan di Kebun percobaan Leuwikopo, Kecamatan
Dramaga, Kabupaten Bogor. Percobaan dilaksanakan dengan rancangan kelompok
lengkap teracak (RKLT) faktorial dua faktor, yaitu naungan (55% dan 0%) dan
Komposisi media tanah, campuran tanah dan pupuk kandang, dan campuran tanah,
pupuk kandang, dan pasir) dengan 10 ulangan. Tanaman diperbanyak dengan biji
dan ditanam pada polybag, Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman dengan
kondisi ternaungi dan komposisi tanah dengan pupuk kandang menghasilkan
berbeda nyata tertinggi pada tinggi tanaman sebesar 147,99 cm pada kombinasi dan
campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir di bawah naungan 55% dan bobot bunga
sebesar 0,38 g pada kombinasi campuran tanah dan pupuk kandang di bawah
naungan 55%. Pemberian naungan menghasilkan respon berbeda nyata pada kadar
antosianin total terbanyak sebesar 2,120 mg/100 g pada kombinasi campuran tanah
dan pupuk kandang di bawah naungan 55%. Interaksi antara naungan dan media
berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, bobot bunga dan waktu berbunga. The butterfly pea plant is leguminosae that are known for its blue flower color
which contains anthocyanins and antioxidants which are good for humans. The
butterfly pea plant is widely used as a health drink, food coloring, and is used as a
medicinal plant. Butterfly pea plants can grow in various conditions, namely in the
highlands and lowlands. There are many benefits contained in the butterfly pea
flower, so research is needed to find out how to produce plants with the best results.
The aim of this research was to study the growth response and yield of flower
production under different conditions of light intensity and media composition. The
experiment was carried out at the Leuwikopo Experimental Station, Dramaga
District, Bogor Regency. The research experimental design used a randomized
complete group design (RKLT) factorial with two factors, namely shade (no shade
and 55% shade) and media compositon (soil medium, mixed soil media and manure,
and mixed soil media, manure and sand) with 10 replicates. Plants were propagated
by seeds and planted in polybags. The results showed that plants with shaded
conditions and a mixture of soil media with manure gave the best results for plant
height which produced the highest plants at 147.99 cm on combination soil, manure
and sand had the heaviest flower weights at 0.38 g on combination soil and manure.
Shading gave the best response to a total anthocyanin level of 2.120 mg on
combination soil and mananure and also have the darker color of flower petals.
The interaction between shade and media affects plant height, flower weight and
flowering time.
