Show simple item record

dc.contributor.advisorMuh., Taufik
dc.contributor.authorTarigan, Ananta Alfallah
dc.date.accessioned2023-07-24T07:07:38Z
dc.date.available2023-07-24T07:07:38Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/122502
dc.description.abstractKekeringan dapat memiliki dampak yang cukup besar di berbagai wilayah termasuk di kawasan Asia Tenggara. Palmer drought Severity Index (PDSI) merupakan salah satu indeks kekeringan yang menggunakan konsep neraca air, dengan data masukan berupa presipitasi dan evapotranspirasi, untuk mendapatkan hasil luaran berupa nilai tingkat keparahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, serta membandingkan sebaran tingkat keparahan kekeringan berdasarkan indeks PDSI pada beberapa wilayah Asia Tenggara, yakni Semenanjung Indocina, Semenanjung Malaya, dan Pulau Sumatera. Hasil distribusi nilai PDSI di Semenanjung Indocina, Malaya, dan Sumatera menunjukan pola spasial dan temporal yang tidak selalu mengikuti pola curah hujan bulanan. Fenomena yang mempengaruhi anomali curah hujan seperti El-Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) juga dapat meningkatkan distribusi dan nilai PDSI di seluruh wilayah kajian. Wilayah Indocina menunjukkan kondisi kekeringan dengan tingkat keparahan tinggi yang lebih sering terjadi dibandingkan dengan Semenanjung Malaya dan Pulau Sumatera. Wilayah Malaya dan Sumatera menunjukkan pola temporal yang serupa dengan nilai tingkat keparahan kekeringan yang cenderung sedang, akan tetapi dapat meningkat secara drastis di saat tertentu. Tren peningkatan signifikan nilai PDSI sebagian besar hanya terjadi di wilayah Indocina bagian tengah atas (Myanmar), sedangkan penurunan signifikan terjadi di bagian selatan Indocina (Kamboja, Vietnam).id
dc.description.abstractDrought can have significant impacts in various regions, including Southeast Asian areas. Palmer Drought Severity Index (PDSI) is one of the drought indices that utilizes the concept of water balance, with precipitation and evapotranspiration as input data, to determine severity levels. This study aims to understand, analyze, and compare the distribution of drought severity levels based on the PDSI index in several Southeast Asian regions, namely Indochina Peninsula, Malaya Peninsula, and Sumatra Island. Distribution of PDSI values across the study areas reveals spatial and temporal patterns that do not always follow monthly rainfall patterns. Phenomena influencing rainfall anomalies such as El-Nino and IOD can also enhance the distribution and PDSI values throughout the study areas. Indochina region shows drought conditions with high severity levels that occur more frequently compared to the Malay Peninsula and Sumatra. Malay Peninsula and Sumatra exhibit similar temporal patterns with moderately severe drought severity levels, but they can increase dramatically at certain times. Significant increasing trends in PDSI values mainly occur in the upper central Indochina region (Myanmar), while significant decreases occur in the lower parts of Indochina (Cambodia, Vietnam).id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Kekeringan Menggunakan Indeks PDSI di Kawasan Asia Tenggara (Studi kasus: Semenanjung Indocina, Semenanjung Malaya, dan Pulau Sumatera)id
dc.title.alternativeDrought Analysis Using the PDSI Index in the Southeast Asia Region (Case study: Indochina Peninsula, Malay Peninsula, and Sumatera Island).id
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordindeks palmerid
dc.subject.keywordkekeringan meteorologiid
dc.subject.keywordkekeringan regionalid
dc.subject.keywordtrenid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record