View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Sistem Olah Tanah Dan Pertanaman Terhadap Erosi, Sifat Kimia Tanah Dan Pendapatan Usahatani

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.801Mb)
      Date
      1996
      Author
      Widiyono, Heru
      Sinukaban, Naik
      Sudarsono
      Karama, A. Syarifuddin
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengolahan tanah berlebihan di daerah tropika basah dapat menimbulkan dampak negatif yang cukup besar, seperti meningkatnya erosi, dekomposisi bahan organik dan pencucian hara, sehingga mengakibatkan kemerosotan produktifitas tanah yang pada gilirannya menurunkan pendapatan usahatani. Sebaliknya penerapan sistem tanpa olah tanah atau olah tanah secara minimum berperan terhadap bertambahnya mulsa dipermukaan tanah yang dapat menekan aliran permukaan, erosi dan meningkatkan pendapatan usahatani melalui rendahnya input produksi. Beberapa kendala dalam usaha pemanfaatan lahan kering yaitu rendahnya produktifitas tanah dan rendahnya modal serta teknologi petani. Dengan demikian penerapan sistem monokultur dengan pengolahan tanah intensif terasa masih kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem olah tanah dan pertanaman terhadap aliran permukaan, erosi, perbedaan kadar hara dan pendapatan usahatani. Percobaan lapang dilakukan di Kebun Percobaan Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor pada Inceptisol sejak bu lan Oktober 1992 sampai dengan Juli 1993. Penelitian lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dua faktor perlakuan dengan tiga kelompok kemiringan lereng yaitu 4 %, 6 % dan 10 %. Faktor pertama adalah sistem olah tanah yaitu tanpa olah tanah (Oo), olah tanah minimum (01X) dan olah tanah konvensio- nal (02X). Faktor kedua adalah sistem pertanaman yaitu tumpangsari (T), monokultur kedelai (K) dan monokultur jagung (J). Bera dipakai sebagai kontrol untuk mengetahui pengaruh kombinasi sistem olah tanah dan pertanaman yang semuanya dilaksanakan pada musim tanam pertama (MT 1) dan evaluasinya setelah musim kedua (MT II)…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121314
      Collections
      • MT - Agriculture [4000]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository