| dc.description.abstract | Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan swapurifikasi sungai dan pengaruh beban masukan bahan organik (BOD) dari hulu (Waduk Benanga) terhadap kualitas air Sungai Karang Mumus.
Pengukuran lapangan dilakukan enam kali setiap dua minggu selama bulan April sampai Juli 1995, di bagian hulu dan tengah sepanjang 12.8 km. Metode pendekatan yang digunakan yaitu model pencampuran untuk mengoreksi setiap efluen dan model defisit oksigen.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Beban masukan bahan organik dari Waduk Benanga adalah yang paling besar dibandingkan efluen anak-anak sungai dan pengaruhnya paling dominan di sepanjang 12.8 km aliran Sungai Karang Mumus. 2) Kemampuan swapurififasi Sungai Karang Mumus bagian hulu dan tengah masih baik, yaitu memiliki konstanta f > 1.
3) Tidak ada zonasi defisit oksigen, sebagian bahan organik terangkut ke luar muara sungai. 4) Penurunan kadar bahan organik (BOD, COD, dan TOM) berkorelasi positif dengan penurunan kadar CO, dan NO, di sepanjang 12.8 km aliran dari hulu. | id |