Show simple item record

dc.contributor.advisorTjondronegoro, Sediono M. P
dc.contributor.advisorSinaga, Rudolf S
dc.contributor.authorSiswijono, Suprih Bambang
dc.date.accessioned2023-07-03T13:33:49Z
dc.date.available2023-07-03T13:33:49Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120643
dc.description.abstractPenelitian ini bermaksud memahami sistem bagi hasil peternakan sapi perah rakyat, yakni meliputi aturan yang diterapkan, jalinan hubungan, perubahan status petani ciri-ciri ternak bagi rumahtangga, hasil, perkembangan sistem bagi hasil. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda survai. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik pencacahan, wawancara mendalam dan pengamatan berperanserta. Analisis data diarahkan untuk meryusun deskripsi masyarakat petani ternak, sistem bagi hasil peternakan sapi perah rakyat dan perkembangannya. dan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguasaan tennak ternyata sangat bervariasi, yakni (1-7) ekor. Sebagian besar (58) petani ternak hanya menguasai sapi perah (1-2) ekor. Petani ternak yang menguasai sapi perah (3-4) ekor sekitar 32 persen, sedang petani ternak yang menguasai sapi perah lima ekor atau lebih hanya sekitar sembilan persen. Apabila dilihat dari status penguasaan ternak, sebagian besar (50%) petani ternak menguasai sapi perah milik sendiri, sekitar 36 persen menguasai milik kredit serta sapi perah hanya sekitar 13 persen petani ternak menguasai sapi perah bagi hasil. Apabila dilihat dari luas tanah milik, ternyata rata-rata luas tanah milik sekitar 73 persen petani ternak kurang dari 0.50 Ha, bahkan rata-rata luas tanah milik sekitar 38 persen petani ternak kurang dari 0.10 Ha. Petani ternak yang luas tanah miliknya 0.50-0.99 Ha sekitar 17 persen, dan petani ternak yang luas tanah miliknya 1.0 Ha sembilan persen. atau lebih hanya sekitar Hasil analisa tabulasi silang menunjukkan bahwa ada hubungan antara luas tanah milik dengan status penguasaan ternak. Makin besar luas tanah milik semakin kuat status penguasaan ternak. Demikian pula, antara luas tanah milik dengan penguasaan ternak menunjukkan hubungan yang searah. Makin besar luas tanah milik semakin besar sapi perah yang dikuasai. Akan tetapi antara penguasaan ternak dengan status penguasaan ternak menunjukkan arah hubungan yang berlawanan. Makin besar penguasaan ternak, cenderung semakin lemah status penguasaan ternaknya.id
dc.language.isoidid
dc.publisherBogor Agricultural University (IPB)id
dc.subject.ddcCattleid
dc.titleOrganisasi sosial dalam sistem produksi peternakan : sistem bagi hasil peternakan sapi perah rakyat: studi kasus di Desa Waturejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malangid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordDevidentid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record