Show simple item record

dc.contributor.advisorSyafii, Wasrin
dc.contributor.advisorRuhendi, Surdiding
dc.contributor.advisorAdijuwana, Hendra
dc.contributor.authorTan, Lieke
dc.date.accessioned2023-06-28T12:11:18Z
dc.date.available2023-06-28T12:11:18Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120401
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi ekstraksi (suhu dan waktu) yang optimum dari tiga jenis kulit kayu (Acacia decurrens, Rhizophora mucronata dan Pinus merkusii), sehingga kualitas dan kuantitas ekstrak (kadar ekstrak, kadar tanin, kadar tanin terkondensasi dan kelarutan tanin dalam air) yang diperoleh dapat menjamin kualitas perekat memenuhi standar pengujian. 'Ekstraksi dilakukan dengan etanol air (1 1) pada suhu 28, 38 dan 4sDc dengan waktu ekstraksi 2, 3 dan 4 Jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin 5uhu dan waktu ekstraksi semakin meningkat pula ekstrak. Namun demikian, semakin tinggi kadar tinggi kadar ekstrak tidak berarti semakin tinggi pula kualitas perekat yang dihasilkan. Komponen ekstrak yang menjamin kualitas perekat untuk pembuatan kayu lapis adalah tanin terkondensasi. Semakin tinggi kadar tanin terkondensasi semakin baik kualitas kayu lapis yang dihasilkan. dst ..id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.subject.ddcProcessingid
dc.subject.ddcTanningid
dc.titleEkstraksi dan Indentifikasi Tanin Kulit Kayu :Beberapa Jenis Pohon serta Penggunaannya sebagai Perekat Kayu Lapis Eksteriarid
dc.typeThesisid
dc.subject.keywordLeather industryid
dc.subject.keywordPlywood gumid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record